Susah-Susah Gampang, Kandidat di Pilkada Jabar Jalani Tes Psikologi

Kandidat gubernur dan wakil gubernur di Jabar mengaku kelelahan karena tes psikologi dimaratonkan dari dua hari menjadi sehari

  • Empat pasang Cagub dan Cawagub Jawa Barat mengangkat tangan bersama seusai menjalani tes kesehatan di RS Hasan Sadikin, Bandung, Jawa Barat, Kamis (11/1). ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/ama/18
    Empat pasang Cagub dan Cawagub Jawa Barat mengangkat tangan bersama seusai menjalani tes kesehatan di RS Hasan Sadikin, Bandung, Jawa Barat, Kamis (11/1). ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/ama/18

    BANDUNG – Tes psikologi ternyata menjadi tantangan tersendiri bagi empat pasangan bakal calon Pilkada Jawa Barat 2018. Mereka juga menjalani tes kesehatan sebagai rentetan tes yang wajib dijalani di Rumah Sakit Hasan Sadikin.

    Calon gubernur (cagub) Jabar Deddy Mizwar mengatakan tes-tes ini memang memakan waktu lama, bahkan hingga membuatnya tertidur. Sebab, lima tahun lalu Deddy sudah menjalani tes serupa.

    “Kalau yang paling lama prosesnya adalah pada saat pemeriksaan terakhir. Psikologi, hampir dua jam lebih proses pemeriksaan itu,” kata Deddy yang saat ini menjabat Wakil Gubernur Jawa Barat, seperti dilansir Antara, Kamis (11/1) malam.

    Cagub yang diusung oleh Partai Golkar dan Partai Demokrat ini tetap memiliki semangat di tengah tantangan tes itu.

    “Ya, harus lolos dong. Saya kan sehat rohani dan jasmani. Kami lihat nanti hasilnya seperti apa,” ujar dia.

    Terpisah, calon gubernur yang diusung Gerindra dan PKS, Sudrajat, mengaku cukup kewalahan saat menjawab soal-soal psikotes yang jumlahnya hingga 800 pertanyaan.

    “Saya membaca total pertama kali 547 pertanyaan kemudian yang kedua 272 pertanyaan, mungkin hampir 800 pertanyaan yang harus dijawab untuk psikotes ini,” kata Sudrajat.

    Sementara untuk tes lain, kata dia, tidak ada masalah apapun dan seluruhnya berjalan lancar kecuali psikotes yang cukup menguras pikiran. Usai pemeriksaan, ia mengaku tinggal menunggu hasil dari KPU yang rencananya akan diumumkan pada 16 Januari nanti.

    “Jadi, sekarang tinggal menunggu hasilnya saja,” kata dia.

    Hal senada diungkapkan Ridwan Kamil (RK). Ia mengaku cukup kewalahan dengan pertanyaan-pertanyaan yang ada diuji psikotes.

    Apabila dibandingkan saat ia mendaftar sebagai Wali Kota Bandung, seluruh tes kali ini dipadatkan dalam satu hari. Sementara saat lima tahun lalu, tes kesehatan dan psikotes dilakukan dalam dua hari.

    “Saya jawab hampir 90% (pertanyaan psikotes), susah-susah gampang, tidak mudah. Kenapa agak lelah karena dimaratonkan dari dua hari menjadi sehari. Sudah itu tes psikotesnya di akhir jadi sudah rada puyeng, disuruh mikir tapi alhamdulillah lancar, Insyaallah,” ucap RK.

    Satu calon gubernur terakhir, TB Hasanuddin, mengaku dari serangkaian tes yang paling lama adalah tes psikologi karena banyaknya soal yang harus diisi.

    “Tadi memang agak lama itu adalah mengisi isian untuk tes kejiwaan, tetapi saya kan sudah delapan kali mengikuti tes kejiwaan,” ujar TB.

    Ia berharap semua proses yang dilaluinya hari ini menjadi penyempurna persyaratan yang harus dilaluinya untuk maju dan memenangkan kontestasi Pilgub Jabar.

    “Optimis lolos karena saya kan mengikuti pola hidup sehat, tidak merokok dan sering olahraga,” katanya. (Denisa Tristianty)