Streetwear Lokal Siap Serbu Pasar Amerika

Selain erat kaitannya dengan budaya skate dan surf, Amerika Serikat juga merupakan tujuan ekspor terbesar produk fesyen Indonesia

  • Ilustrasi pemain skateboard. Foto Pixabay
    Ilustrasi pemain skateboard. Foto Pixabay

    JAKARTA – Indonesia tengah membidik pasar Amerika Serikat (AS) sebagai tujuan utama untuk ekspansi pasar produk streetwear. Sebagai tempat tumbuhnya budaya skate dan surf, Negeri Paman Sam diyakini menjadi pasar empuk bagi industri streetwear tanah air.

    Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Badan Ekonomi Kreatif Ricky Pesik di Jakarta, Jumat (22/6). Selain erat kaitannya dengan budaya, Amerika Serikat juga merupakan tujuan ekspor terbesar produk fesyen Indonesia.

    "Komoditas terbesar produk fesyen ke Amerika Serikat berasal dari industri pakaian jadi," kata Ricky.

    Saat ini generasi muda lebih menyukai produk-produk independen yang dibuat oleh para artisan dan memiliki ciri khas khusus.

    "Dengan perkembangan teknologi, batas-batas semakin hilang, maka Indonesia harus tanggap untuk mengembangkan bisnis pakaian jadi dari para artisan," kata dia.

    Melalui busana streetwear, jelas Ricky, akan menjadi pintu masuk Indonesia di pasar Internasional untuk memperkenalkan produk-produk lokal.

    Pengamat fesyen Khairiyyah Sari mengatakan meski busana streetwear awalnya dari Amerika, tetapi brand lokal Indonesia telah berhasil mengembangkan produk-produk mereka sehingga memiliki ciri khas tersendiri. Hal tersebut juga menjadi modal utama para artisan tersebut agar produknya dikenal secara global.

    "Di Amerika merek-merek tersebut memiliki ‘cerita’ dibaliknya, maka produk Indonesia juga butuh ‘cerita’ yang baik untuk menjual produk mereka di sana," kata dia.

    Menurut dia, negara lain yang menjadi pesaing Indonesia adalah Jepang dan Korea Selatan, karena kedua negara tersebut memiliki desain yabg unik dan detail.

    "Kerapian mereka membuat pakaian itu sangat baik, hal ini patut kita tiru jika ingin meraup pasar global," imbuhnya.

    Demi membuka pasar di Amerika, Bekraf untuk pertama kalinya mendukung lima brand lokal untuk memamerkan produknya di pameran streetware terbesar  bertajuk "Agenda Show" di California, pada 28-30 Juni 2018.

    Salah satu brand yang ikut serta adalah "Paradise Youth Club". Pemilik brand yang produknya terinspirasi dari gaya anak muda 90-an, Hendrick Setio mengatakan keikutsertaannya dalam acara yang akan dihadiri 50 negara tersebut dapat menjadi peluang menembus pasar Amerika.

    "Kita sudah punya jalur distribusi di beberapa negara seperti di UK dan Korea Selatan, tetapi sampai saat ini kami belum menemukan distributor tepat untuk di Amerika. Mudah-mudahan dengan acara ini kami dapat menemukan yang tepat," kata Hendrick.

    Empat apparel lain yang juga mendapat dukungan dari Bekraf dalam "Agenda Show" adalah Elhaus yang berfokus pada produksi pakaian jadi pria dan denim, selain itu ada OldblueCo yang menghadirkan denim klasik ala penambang Amerika, ada Monstore yang menciptakan pakaian berorientas sejarah dan seni pop, serta Popmeetpop yang berkreasi dengan rancangan denim modern. (Dimas Satrio)