Satu Setengah Tahun Beroperasi, New Priok Tembus 1 Juta TEUs

Selain pencapaian 1 juta TEUs, NPCT1 juga mendapat apresiasi karena mewujudkan nirkecelakaan dalam 2,7 juta jam operasi

  • Suasana Pelabuhan Tanjung Priok dilihat dari udara, Jakarta Utara. ANTARA FOTO/Fanny Octavianus
    Suasana Pelabuhan Tanjung Priok dilihat dari udara, Jakarta Utara. ANTARA FOTO/Fanny Octavianus

    JAKARTA- Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengkalim New Priok Container Terminal (NPCT) 1 berhasil mencapai akumulasi jumlah bongkar-muat komoditas atau petikemas (throughput) 1 juta TEUs (Twenty Feet Equivalent Units). Pencapaian tersebut diraih NPCT1 hanya satu setengah tahun terakhir.

    “Hanya dalam waktu kurang lebih satu tahun, terhitung sejak dimulainya operasional secara komersil pada bulan Agustus 2016, bisa tercapai satu juta TEUs,” ucap Direktur Perkapalan dan Kepelautan, Ditjen Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan Junaidi di Jakarta seperti dilansir Antara, Selasa (13/3).

    NCPT1 merupakan perusahaan patungan antara anak usaha IPC PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) yaitu PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK), bersama Mitsui & Co., Ltd., PSA International Pte dan NYK Line. NCPT1 merupakan terminal petikemas pertama dalam pembangunan fase 1 terminal New Priok.

    Nantinya, terminal New Priok akan terdiri atas tiga terminal petikemas dan dua terminal produk yang dibangun diatas lahan seluas 411 ha. Saat ini, tahap pengurukan di atas tanah reklamasi untuk NCPT2 telah selesai dilakukan.

    Junaidi mengungkapkan, pemerintah berharap, NPCT1 tetap terus meningkatkan pelayanan, sehingga dapat terus memberikan pelayanan yang terbaik kepada pengguna jasa transportasi laut.

    “Kecepatan pelayanan serta fasilitas seperti dermaga dan peralatan bongkar muat yang mendukung akan dapat meningkatkan produktivitas dan harus dipertahankan agar Pelabuhan Tanjung Priok menjadi kompetitif menuju kelas dunia,” jelasnya.

    Menurutnya, tercapainya throughput satu juga TEUs, juga didukung oleh kesiapan operasional terminal petikemas. Baik dari sisi infrastruktur, suprastruktur maupun sistem informasi.

    “Juga sinkronisasi proses pelayanan antara terminal dengan instansi terkait. Ini harus ditingkatkan agar dapat memperlancar arus barang di Pelabuhan Tanjung Priok yang pada akhirnya dapat meningkatkan perekonomian negara,” ujarnya.

    Selain itu, NPCT1 dinilai sudah membuktikan implementasi keamanan di Terminal sesuai International Ship and Port Facilities Security (ISPS) Code dengan baik. Oleh karena itu, Junaidi meminta NPCT1 tetap harus memperhatikan aspek keselamatan kapal termasuk sistem pemuatan kontainer dan aspek stabilitas kapal.

    Junaidi juga menyarankan kepada manajemen NPCT1 dan pelaku usaha, asosiasi dan stakeholder terkait, untuk menggunakan dan menerapkan aplikasi system Inaportnet V2. Hal ini guna meningkatkan produktivitas dna kecepatan pelayanan kapal dan pelayanan container.

    Aplikasi system Inaportnet V2, kini telah diuji coba termasuk pemesanan daring, sehingga dapat tercipta pelayanan yang cepat, mudah, transparan, dan mudah.

    “Selain itu, NPCT1 harus tetap menjaga dan meningkatkan Service Level Agreement maupun Service Level Standard,” ungkapnya.

    Diapun berharap, dengan terjaganya layanan yang baik, kapal-kapal raksasa seperti CMA, CGM, NYK bisa tetap melayani rute ke dan dari pelabuhan Tanjung Priok, khususnya NPCT1.

    Datangnya kapal-kapal raksasa ke NPCT1, menurutnya memberi tanda pada dunia internasional, bahwa Pelabuhan Tanjung Priok sudah memiliki standar pelayanan internasional. “Dengan demikian, Pelabuhan Tanjung Priok menuju Pelabuhan Kelas Dunia akan segera terealisasikan,” kata Junaidi.

    Senada, Kepala Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Priok Arif Toha menuturkan, saat ini memberikan pelayanan yang baik terhadap pengguna jasa transportasi laut menjadi sesuatu yang sangat penting. Karenanya, ia menilai perlu adanya optimalisasi teknologi informasi agar pelayanan lebih cepat, efisien, transparan, mudah, dan murah.

    “Pelabuhan Tanjung Priok telah mengembangkan pola layanan menggunakan aplikasi inaportnet V2, termasuk pemesanan daring. Dengan system Online ini, pengguna jasa akan diberikan kemudahan, kecepatan, dan transparan,” kata Arif.

    Selain pencapaian 1 juta TEUs, NPCT1 juga mendapat apresiasi karena mewujudkan nirkecelakaan dalam 2,7 juta jam operasi. “Prestasi pelayanan yang sudah baik ini agar dipertahankan, jika perlua service dipercepat, lebih efisien lagi, sehingga cost bisa lebih murah,” ungkap Arif.

    Berdasarkan pada data Pelabuhan Tanjung Priok, Container Flow Statistic di tahun 2016 mengalami pencapaian sebesar 1.653.870 juta TEUs untuk container asal domestic. Sedangkan, untuk container internasional sebesar 822.395 juta TEUs. 

    Pencapaian di tahun 2016, mengalami kenaikan dari tahun 2015 dengan total container sebesar 2.002.502 juta TEUs. Dengan masing-masing container yang berasal dari domestic sebanyak 1.510.369 dan yang berasal dari internasional sekitar 492.133 juta TEUs. (Hani Setiawati)