Sandiaga Tanggapi Keberatan DPRD Soal Penjualan Saham Bir

Meski menyumbang puluhan miliar, Anies-Sandi memutuskan menjual saham PT Delta Djakarta

  •  Anies Baswedan (kanan) dan Sandiaga Uno di Balai Kota. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)
    Anies Baswedan (kanan) dan Sandiaga Uno di Balai Kota. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

    JAKARTA – Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno menanggapi keberatan Ketua DPRD Prasetyo Edi Marsudi atas pelepasan saham milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta di perusahaan bir PT Delta Djakarta. Pelepasan saham itu dilakukan tanpa pembahasan sebelumnya. Keputusan pelepasan saham sebesar 26,25% yang dimiliki Pemprov selama 45 tahun itu diumumkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Rabu (17/5).

    Dilansir dari Antara, Sandiaga mengaku sulit menghubungi Prasetyo, meski sudah memberi tau anggota DPRD lain termasuk yang berasal dari Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan.

    "Jadi saya sudah dua hari ke paripurna mencari Pak Pras karena yang lain sudah saya beritahu secara lisan. Saya sudah berbicara dengan Bu Yuke dari PDIP, saya ingin bicara sama Pak Pras tapi belum ada, diteleponin tidak masuk-masuk," kata Sandiaga di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (17/5).

    Sandiaga bermaksud menjelaskan bahwa bagi hasil (dividen) yang diterima pemprov selama ini di bawah target. “Dividen yang diterima terakhir Rp38 miliar. Sedangkan nilai yang saya bidik di atas Rp1 triliun,” papar Sandi.

    Menurutnya, perlu waktu 50 tahun untuk bisa mencapai dividen Rp1 triliun. Dan bila saham di perusahaan bir Anker tersebut dilepas maka Pemprov DKI mauapun PT Delta Djakarta akan mendapat keuntungan. “Mereka bisa ekspansi dan menciptakan lapangan kerja,” kata Sandi.

    Di sisi lain, pemprov akan mendapat dana segar dari penjualan saham tersebut, yang dijelaskan Sandi dapat digunakan untuk membangun infrastruktur. “Sekarang bisa gunakan dana tersebut untuk begitu banyak pembangunan yang bisa dirasakan masyarakat langsung,” katanya.

    Sandi memaparkan jika pemprov mendapat dana di atas Rp1 triliun maka setidaknya 60 gedung sekolah bisa diperbaiki, atau membangum dua sekolah bertaraf internasional. Lapangan pekerjaan juga bisa diciptakan dengan membuat lokasi penampungan PKL. Bahkan jika pembangunan skybridge diasumsikan memakan biaya Rp25 miliar, Jakarta bisa membuat lebih dari tiga skybridge.

    Sandiaga meluruskan bahwa proses pelepasan saham baru saja dimulai, diawali dengan keputusan dari Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

    “Dan menyetujui secara konkret untuk melepas saham. Tentunya nanti selain daripada DPRD kota akan koordinasi dengan OJK, BI, dan pihak-pihak terkait. Seperti penasehat keuangan, KJPT, notaris, dan konsultan hukum untuk memastikan prosesnya transaparan, kredibel dan bisa dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

    Untuk diketahui, dilepasnya saham di PT Delta Djakarta merupakan salah satu janji kampanye Anies - Sandi dalam Pilgub DKI 2017 lalu.

    “Tentunya daripada di luar DKI tidak langsung bersinggungan kepada masyarakat, kita ingin tentunya mendapatkan dividen yang halalan toyiban,” ungkap dia.

    Sebelumnya diberitakan, Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi menyayangkan keputusan Anies Baswedan untuk melepaskan saham di PT Delta Djakarta. Menurut pria yang akrab disapa Edi ini, sumbangan dividen perusahaan tersebut telah mencapai Rp40 miliar untuk pendapatan asli daerah (PAD) Pemprov DKI.

    Lebih lanjut Edi menjelaskan keputusan tersebut harusnya dikaji secara mendalam dan melibatkan DPRD dalam pembahasan, sebelum diumumkan ke publik. (Zsazya Senorita)