Sandiaga Pastikan Stok Beras Jakarta Aman

PD Pasar Jaya mentolerir kenaikan harga pangan 5-10%

  • Sandiaga Uno. ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf
    Sandiaga Uno. ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf

    JAKARTA – Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno meninjau gudang beras di Cipinang untuk memastikan stok pangan di Jakarta aman selama bulan Ramadan dan Lebaran.

    "Jadi clear dari Kementerian Pertanian stok cukup, aman dan melebihi dua kali lipat. Jadi kita kirim pesan yang jelas kepada pasar bahwa stok aman," kata Sandiaga di Cipinang, Jakarta Timur, Rabu (16/5), seperti dikutip dari Antara.

    Wagub Jakarta ini menjelaskan dana yang digelontorkan untuk mengamankan pasokan beras di pasar selama bulan Ramadan dan Lebaran sebesar Rp200 miliar.

    "Supply yang akan dilakukan distribusinya terbuka semua. Tidak boleh ada harga yang tidak terantisipasi. Saya pastikan akhir Syaban menuju ke hari raya Idul Fitri stok cukup, lancar dan harga stabil," kata Sandiaga.

    Lebih lanjut ia menjelaskan, pemprov akan menjaga mutu beras sehingga tidak ada masyarakat yang mengkonsumsi beras dengan mutu di bawah standar. Ia juga akan memantau harga bahan baku untuk mematahkan anggapan masyarakat tentang kenaikan harga pangan setiap bulan puasa dan lebaran.

    "Jelajah distribusi pangan Jakarta, kita akan mulai satu per satu. Bazar akan kita dorong, bulan April kemarin kita deflasi. Harga bahan pangan turun. Kita ingin menjaga harga bulan Mei ini. Dipatahkan mitos harga naik bulan Juni-Juli," kata Sandi.

    Dia juga memerintahkan pemangku kepentingan agar mengalokasikan beras mutu bagus untuk masyarakat prasejahtera, imbang dengan masyarakat sejahtera. Selain beras, Sandiaga turut memantau pasokan daging, susu, dan ikan untuk program pangan murah bagi pemegang Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus.

    Terkait mitos naiknya harga pangan saat puasa dan lebaran, Direktur PD Pasar Jaya Arief Nasrudin menjelaskan, sesungguhnya permintaan akan bahan pangan di bulan puasa sama. “Karena makannya tetap sama. Anehnya kalau naik. Ini yang nanti kita coba jaga dan pastikan,” kata Arief kepada Validnews beerapa waktu lalu.

    Menurut Arief, fenomena kenaikan harga di hari besar merupakan mekanisme pasar yang tidak bisa dikendalikan. “Secara barang, secara stok kita ga ada masalah sama sekali. Ini anehnya kenapa stoknya sama tapi harganya bisa naik,” kata dia.

    Meski mengaku heran, Arief menjelaskan, pihaknya mentolerir penaikan harga yang masih di bawah ambang batas. Dengan ukuran kenaikan 5-10% dari harga asli barang. “Tetapi kalau lebih dari angka-angka yang kemudian tidak normal kita langsung cuci bersih,” kata dia.

    Mengatasi itu, PD Pasar Jaya akan mengusahakan kestabilan harga dengan infrastruktur distribusi yang mereka miliki. Sebagaimana yang telah mereka lakukan dua tahun terakhir dalam menekan kenaikan harga.

    Selanjutnya dengan campur tangan pemerintah dalam hal ini Pemprov DKI melalui satgas ketahanan pangan, Arief yakin harga kebutuhan pokok Jakarta terkendali. “Di satgas itu sudah banyak aturan mainnya. Jadi ada sisi yang dari pemerintah yakni aparat itu mempererat itu semua,” tukas dia. (Zsazya Senorita)