Sandi Minta Pemudik Jakarta Atur Keuangan

Sandi imbau pemudik mengajak sanak saudara menjalankan usaha, membangun perekonomian lokal

  •  Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno (kiri) didampingi Direktur Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan E. Ilyas Lubis (kanan) melepas bus saat
    Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno (kiri) didampingi Direktur Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan E. Ilyas Lubis (kanan) melepas bus saat

    JAKARTA – Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahudin Uno mengimbau kepada seluruh pemudik untuk mengatur keuangan. Dia berharap pemudik asal Jakarta jangan sampai mereka menghambur-hamburkan uang saat di kampung halaman.

    "Saya minta para pemudik jangan menghambur-hamburkan uang, lebih baik uangnya digunakan untuk membangun perekonomian kampungnya," kata Sandiaga saat ditemui usai pelepasan mudik gratis Telkomsel di Monas, Jakarta, Selasa (12/6).

    Dia mengatakan dana yang ada dapat dimanfaatkan untuk membangun tempat usaha sehingga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitarnya.

    Dia juga meminta pemudik untuk mengajak sanak saudara untuk menjalankan usaha, untuk membangun perekonomian lokal.

    "Sehingga di sana tercipta lapangan kerja, jadi pemudik tidak perlu lagi kembali di Jakarta atau membawa saudaranya ke Jakarta," kata Sandiaga.

    Menurut dia, kota Jakarta adalah kota bagi semua masyarakat, tetapi alangkah baiknya jika masyarakat yang ingin datang ke Jakarta memiliki keahlian sehingga nantinya tidak menjadi penyandang masalah kesejahteraan sosial di Jakarta.

    "Saya berharap dengan tumbuhnya ekonomi di kampung, maka masyarakat yang datang ke Jakarta hanya betul-betul yang memiliki kemampuan saja," kata dia.

    Dia juga mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak lupa beramal dengan memberikan infak dan sedekah kepada yang membutuhkan.

    Bank Indonesia (BI) memperkirakan periode Ramadan/Idul Fitri 2018 kebutuhan akan uang tunai (outflow) secara nasional meningkat sebesar 15,3% menjadi Rp188,2 triliun dibandingkan periode 2017 (Rp163,2 triliun).

    Perputaran uang pada Lebaran 2016 yang mencapai sebesar Rp146 triliun. (Leo Wisnu Susapto)