Sambut Asian Games, Transjakarta Datangkan 101 Bus

Bus yang didatangkan adalah bus low entry yang menggunakan bahan body full alumunium, sehingga dapat lebih menghemat penggunaan bahan bakar dan juga mengurangi polusi udara

  • Ilustrasi bus Transjakarta.
    Ilustrasi bus Transjakarta.

    JAKARTA - PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) berencana mendatangkan sebanyak 101 unit armada bus dengan jenis low entry.

    "Rencananya, pada Juni 2018, ada sebanyak 101 unit bus berjenis low entry yang akan kami datangkan ke Jakarta," kata Direktur Utama PT Transjakarta Budi Kaliwono seperti dilansir dari Antara, Selasa (13/2).

    Menurut dia, bus-bus berjenis low entry tersebut akan digunakan pada saat penyelenggaraan Asian Games 2018 oleh para atlet, pelatih beserta seluruh tim ofisial.

    "Bus low entry itu akan digunakan untuk pertama kalinya oleh para atlet Asian Games beserta tim ofisialnya masing-masing. Setelah itu, baru akan dioperasikan untuk masyarakat umum," ujar Budi.

    Dia menuturkan bus-bus low entry tersebut menggunakan bahan body full alumunium, sehingga dapat lebih menghemat penggunaan bahan bakar dan juga mengurangi polusi udara.

    "Ini merupakan pertama kalinya kami menggunakan body full alumunium, sehingga bobot bus jadi lebih ringan dan berpengaruh terhadap penggunaan bahan bakar solar yang lebih hemat," tutur Budi.

    Lebih lanjut, dia mengungkapkan bus tersebut dapat menampung sebanyak 73 penumpang dengan rincian 37 orang berdiri, 34 orang duduk dan 2 kursi roda.

    "Selain itu, bus-bus tersebut juga dilengkapi dengan layar televisi LCD, Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dan alat pemecah kaca. Jadi, kami pastikan juga segi keamanannya," ungkap Budi.

    Dalam pemberitaan Validnews sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan, perhelatan Asian Games yang akan dimulai pada 18 Agustus 2018 akan menjadi momentum pergerakan ekonomi Jakarta. Salah satunya dengan merangkul UMKM untuk menyemarakkan ajang olahraga empat tahunan tersebut.

    Sandi juga berpendapat bahwa perhelatan olahraga paling bergengsi yang diselenggarakan Dewan Olimpiade Asia (OCA/Olympic Council of Asia) ini merupakan ladang rezeki bagi seluruh masyarakat, salah satunya Jakarta.

    "Asian Games adalah momentum yang tepat untuk menggerakkan perekonomian, terutama bagi para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah. Kita juga ingin merangkul ekonomi bawah, akar rumput kelas menengah ke bawah khususnya UMKM," kata Sandiaga pada Rapat Penyediaan Souvenir Produk UMKM untuk Asian Games 2018.

    Oleh karena itu, dia terus mendorong dan memberdayakan para pelaku UMKM untuk menyediakan suvenir atau cinderamata selama berlangsungnya event olah raga tersebut. Dengan harapan perhelatan Asian Games menjadi bonus untuk para UMKM mendorong produk mereka agar lebih laku, katanya.

    "Kami targetkan akan ada sekitar 20.000 pelaku UMKM yang terlibat dalam pembuatan suvenir Asian Games. Ini merupakan waktu yang tepat untuk menciptakan lapangan kerja. Kita juga ingin merangkul ekonomi bawah, akar rumput kelas menengah ke bawah khususnya UMKM," kata Sandiaga.

    Saat dikonfirmasi Validnews, Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro, Kecil, Menengah dan Perdagangan (KUMKMP) DKI, Irwandi mengatakan pihaknya sudah menggelar rapat bersama para pelaku UMKM untuk mempersiapkan suvenir atau merchandiseAsian Games 2018. Dia melanjutkan, suvenir untuk Asian Games rencananya mulai dijual pada Februari mendatang. Suvenir-suvenir itu akan diproduksi oleh pelaku usaha kecil menengah (UKM).

    "Mulai Februari ini kalau sudah diproduksi bisa dijual. Kami lagi kurasi dulu. Kita akan mulai menggerakkan para pelaku UMKM untuk memproduksi merchandise. Kita akan minta bantuan Hipmi dan Kadin DKI untuk menggerakkan anggotanya supaya ikut juga,” kata Irwandi.

    Dia melanjutkan, Anggaran yang disipakan Pemprov  DKI untuk sektor UMKM adalah sekitar Rp1,3 miliar, dana tersebut sudah dianggarkan di APBD DKI 2018.  Irwandi mengatakan, suvenir-suvenir untuk Asian Games mulai dijual Februari dengan harapan nilai penjualan mencapai Rp 2 miliar.

    Sementara untuk,  pemasaran merchandise, pihaknya akan menyiapkan dua hingga tiga booth di setiap venue Asian Games 2018. Ada lima venue Asian Games di Jakarta. Yaitu, Stadion Utama Gelora Bung Karno, Velodrome Rawamangun, Equestrian (pacuan kuda) Pulomas, Layar di Ancol dan Golf di Pondok Indah. 

    “Kita sudah buatkan anggaran untuk membuat booth-booth UMKM di setiap venue. Jadi, kalau Februari sampai Agustus (waktu pelaksanaan Asian Games), kami harap dalam Asian Games ini bisa mencapai mungkin Rp1,5 miliar sampai Rp2 miliar," kata Irwandi. (Jenda Munthe)