SPBU Bergerak di Jalan Tol Jakarta-Cikampek Sepi Pembeli

Pertamina menyiapkan 240 liter Pertamax dan Pertadex

  •  Sejumlah kendaraan terjebak kemacetan di ruas Tol Jakarta-Cikampek KM 37, Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Minggu (10/6). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
    Sejumlah kendaraan terjebak kemacetan di ruas Tol Jakarta-Cikampek KM 37, Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Minggu (10/6). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

    BEKASI – Selama arus mudik Lebaran 2018, stasiun pengisi bahan bakar umum (SPBU) bergerak, yang disiagakan PT Pertamina di sejumlah tempat istirahat ruas Tol Jakarta-Cikampek, Jawa Barat, sepi konsumen.

    "Sejak H-7 (Jumat, 8/6) hingga Selasa (12/6) malam ini baru dua jeriken Pertamax masing-masing berisi 10 liter yang laku terjual," ujar petugas SPBU "mobile" di Rest Area Km19 Tambun, Kabupaten Bekasi, Jawa barat, Ahmad cahyadi, Rabu (13/6), seperti dikutip dari Antara.

    Dia menambahkan, dari total 240 liter Pertamax dan Pertadex (solar) yang disiapkan dengan harga normal, hanya 20 liter yang terjual. Itu juga dikarenakan SPBU Rest Area KM19 mengalami kehabisan pasokan BBM.

    "Kemarin laku karena SPBU-nya sedang proses pengisian BBM sehingga pengendara yang mau mengisi dialihkan ke SPBU mobile. Tapi sampai malam ini belum ada lagi yang beli," ujar Ahmad.

    Menurut Ahmad, sepinya konsumen BBM kemasan kali ini dikarenakan situasi mudik yang cenderung lancar dengan persediaan BBM di SPBU “rest area” yang memadai.

    PT Pertamina selama mudik Lebaran menyiagakan total 79 petugas SPBU “mobile” yang menjajakan BBM dengan jerigen dan kaleng berkapasitas 10 liter dan 15 liter menggunakan sepeda motor.

    "Totalnya ada 79 petugas SPBU 'mobile' yang disiagakan di 11 titik 'rest area' mulai dari Km19 hingga Km102 Cipali. Petugas juga difasilitasi 79 sepeda motor yang siap mengantar BBM kepada pembeli yang mengalami mogok akibat kehabisan bensin di lintasan tol," ujar Ahmad.

    Khusus di Rest Area Km19, Pertamina hanya menyediakan tiga unit SPBU “mobile” yang berada di sisi utara SPBU KM19.

    Kepada pemudik yang mengalami kehabisan BBM dalam perjalanan bisa menelepon nomor kontak Pertamina di 1500-000 yang akan diteruskan kepada petugas patroli jalan raya (PJR) di setiap SPBU "mobile" beradius maksimal 10 kilometer.

    Proses pengisian BBM ini dengan cara menuju lokasi mobil yang mogok. Selama perjalanan petugas menggunakan sepeda motor, namun saat terjadi kepadatan parah maka petugas akan membawa kemasan bbm dengan berjalan kaki menembus kemacetan.

    Kondisi kemacetan di jalan tol Jakarta-Cikampek terjadi di beberapa titik pada H-2 menjelang Lebaran.

    "Kepadatan lalu lintas masih terjadi di beberapa titik dengan rata-rata kecepatan kendaraan mencapai 20 km per jam hingga 30 km per jam," ujar petugas pusat penerangan trafik PT Jasa Marga Hary Nugroho di Bekasi, Rabu (13/6).

    Kepadatan lalu lintas terjadi di jalur Jatibening-Cikunir-Bekasi Barat dan Bekasi Timur, tempat istirahat KM39 arah Cikampek. Kemudian, segmen Cibitung menuju Gerbang Tol (GT) Cikarang Utama dan Cibatu pada Km 35 hingga Tempat Istirahat KM 39.

    Kepadatan kendaraan berlanjut di Karawang Barat Km 47 hingga selepas Karawang Timur atau Tempat Istirahat KM 57. Hary belum dapat memastikan puncak arus mudik Lebaran 2018 pada H-3 atau H-2 karena belum dievaluasi Jasa Marga.

    Hary mengungkapkan petugas kepolisian dan Jasa Marga merekayasa arus lalu lintas guna mengurai kemacetan dengan mengalihkan kendaraan melalui GT Cikarang Barat dan menerapkan "contra flow" pada KM35 hingga KM47.

    Sebelumnya, Jasa Marga memprediksikan H-3 atau Selasa (12/6) merupakan puncak arus mudik di Tol Jakarta-Cikampek dengan volume kendaraan mencapai 92.200 unit.

    Jasa Marga mengimbau seluruh pengguna jalan untuk selalu berhati-hati dalam berkendara, mematuhi rambu-rambu dan mengikuti arahan petugas di lapangan. (Leo Wisnu Susapto)