Periksa Airin, KPK Tangani Korupsi Baru

KPK membutuhkan keterangan Airin untuk proses investigasi di tahap penyelidikan

  • Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany (kiri) meninggalkan gedung KPK usai menjalani pemeriksaan untuk kasus korupsi baru, Selasa (14/11). ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
    Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany (kiri) meninggalkan gedung KPK usai menjalani pemeriksaan untuk kasus korupsi baru, Selasa (14/11). ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

    JAKARTA – Wali Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten, Airin Rachmi Diany, Selasa (14/11) menjalani pemeriksaan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), terkait perkara korupsi baru yang akan ditangani Lembaga anti-rasuah tersebut.

    Airin menjalani permintaan keterangan sejak sekitar pukul 08.30 sampai 17.30 WIB. Usai menjalani pemeriksaan, Airin enggan menjelaskan keterangan yang diinginkan KPK darinya.

    "Tanya penyidik ya," kata Airin singkat seperti dikutip dari Antara.

    Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengungkapkan pihaknya belum dapat menyampaikan informasi atas penanganan kasus korupsi yang membutuhkan keterangan Airin. Bila proses investigasi masih di tahap penyelidikan, Jubir KPK menyebutkan pihaknya belum dapat menyampaikannya ke publik.

    “Karena proses perkara ini belum di tingkat penyelidikan, yang bisa dikonfirmasi memang ada kebutuhan klarifikasi yang bersangkutan terkait penanganan perkara," ucapnya.

    "Kami belum bisa sampaikan, yang pasti dari seluruh jadwal penyidikan hari ini tidak ada nama yang bersangkutan. Kalau prosesnya belum dipenyidikan tentu sifat informasinya masih sangat tertutup," tukasnya.

    Seperti diketahui, Airin merupakan istri dari Tubagus Chaeri Wardhana alias Wawan, narapidana sejumlah perkara korupsi yang ditangani KPK. Wawan saat ini menjalani penahanan di lembaga pemasyarakan Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat.

    Setelah pada 25 Februari 2015 lalu, Mahkamah Agung memperberat hukuman Wawan menjadi tujuh tahun penjara dan denda Rp200 juta subsider 6 bulan kurungan dalam perkara pemberian suap kepada mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar terkait pengurusan pemilihan kepala daerah (pilkada) kabupaten Lebak dan Banten.

    Wawan turut menjadi terdakwa dalam tiga perkara lainnya, yaitu perkara dugaan tindak pidana korupsi pengadaan alat kesehatan (alkes) Kedokteran Umum di Puskesmas kota Tangerang Selatan tahun anggaran 2012 yang sudah divonis 18 bulan, dugaan tindak pidana korupsi proyek pengadaan sarana dan prasarana alat kesehatan provinsi Banten 2011-2013 serta tindak pidana pencucian uang.

    Wawan juga merupakan tersangka kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang saat ini masih berada di tahap penyidikan. (M Bachtiar Nur)