Pengungkapan Kasus Narkotika Mimika Lampaui Target

Jumlah kasus yang ditangani menurun, namun jumlah barang bukti yang disita meningkat 

  • Ilustrasi Narkotika jenis Sabu. Validnews/Agung Natanael
    Ilustrasi Narkotika jenis Sabu. Validnews/Agung Natanael

    MIMIKA – Sepanjang tahun 2017 Satuan Narkoba Polres Mimika berhasil mengungkap 14 kasus narkoba. Jumlah kasus yang ditangani pada tahun 2017 ini menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Tahun 2016, petugas setempat berhasil menyelesaikan 20 kasus. Ironisnya, malah jumlah barang bukti yang didapat meningkat dari tahun sebelumnya. 

    "Memang dari sisi kuantitas menurun, tapi dari sisi kualitas yaitu total barang bukti narkoba yang ditemukan meningkat drastis. Ini yang perlu terus kami waspadai dan diharapkan semua komponen masyarakat Mimika ikut bersama-sama memerangi peredaran gelap narkoba," kata Kepala Kepolisian Resor Mimika, Papua AKBP Victor Dean Mackbon, seperti yang dikutip dari Antara, Sabtu (13/1).

    Sebanyak 14 kasus yang berhasil ditangani Polres Mimika diantaranya, pengungkapan dengan barang bukti sabu-sabu sebanyak tujuh kasus dengan total barang bukti sebanyak 72,58 gram, ganja kering sebanyak satu kasus dengan barang bukti sebanyak 2,6 gram dan obat somadril sebanyak tiga kasus dengan barang bukti sebanyak 10.685 butir.

    Pengungkapan kasus narkoba oleh jajaran Polres Mimika selama 2017 jauh ini, melampaui target yang dibebankan oleh Direktorat Narkoba Polda Papua yaitu sebanyak empat kasus. Sedangkan, kasus peredaran gelap narkoba yang ditangani BNNK Mimika sepanjang 2017 sebanyak lima kasus.

    "Melalui kerja sama yang lebih efektif lagi antara Satuan Narkoba, Badan Narkotika Nasional Kabupaten Mimika dengan berbagai komponen terkait lainnya diharapkan masalah ini bisa teratasi mengingat narkoba sangat mengancam keselamatan generasi muda kita," harap Victor.

    Pelaksana Tugas Kepala BNNK Mimika Komisaris Polisi Mursaling menuturkan, pihaknya berhasil menyelesaikan kasus peredaran narkoba ditentutkan oleh BNN pusat. BNN pusat hanya memberikan target penyelesaian kasus sebanyak empat kasus saja.   

    "Tahun 2017 kami diberikan target mampu mengungkap empat kasus kepemilikan narkoba. Namun hingga akhir 2017, kasus yang mampu kami ungkap sebanyak lima kasus, terbanyak yaitu kasus kepemilikan sabu-sabu," singkat Mursaling. (James Manullang)