Penerima Dana Hibah Harus Berani Tolak Upaya Pungli

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ikut mengawasi penerimaan dana hibah di Pemprov Jabar

  • Ilustrasi kampanye stop pungli. ANTARA FOTO/Lucky R.
    Ilustrasi kampanye stop pungli. ANTARA FOTO/Lucky R.

    BANDUNG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) tengah mengirimkan dana hibah ke sejumlah wilayah. Tujuannya, untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat wilayah setempat.

    Atas dasar itu, Gubernur Jabar Ahmad Heryawan (Aher) meminta, para penerima dana hibah di wilayah Jabar untuk berani menolak segala bentuk pungutan liar (pungli) dari pihak mana pun. Sebab, peruntukan dana hibah telah memiliki jalurnya sendiri.     

    "Tidak boleh ada seorang pun yang meminta persentase, tidak boleh ada seorang pun yang harus diberi tanda terima kasih dengan memberikan sebagian kecilnya kepada mereka. Tidak boleh karena ini merupakan dana hibah yang berasal dari pemerintah provinsi kepada lembaga-lembaga itu, dan enggak ada perantara. Kalau pun ada perantara itu adalah amal shaleh dia," kata Aher seperti yang dikutip dari Antara, Kamis (7/12).

    Aher menjelaskan, dana hibah yang diterima oleh lembaga penerima hibah disalurkan melalui rekening dari Pemprov Jabar. Hal ini untuk menghindari adanya pemotongan atau penyalahgunaan anggaran oleh pihak-pihak tertentu.

    "Dia relawan, dia kemudian berjasa mengurus kesana-kemari, itu amal sosialnya dia. Saya akan mengatakan sebuah kepastian karena dana tersebut disalurkan lewat rekening saat pencairan dari pemprov ke lembaga-lembaga bersangkutan penerima hibah,” lanjutnya.

    Selain itu, Aher melanjutkan, pihaknya akan memastikan tak terjadi presentasi kepada pihak manapun terkait dana hibah tersebut. Bila terdapat pihak tertentu yang meminta bagian kepada penerima hibah maka ia menyarankan pihak tersebut mencari pekejaaan lain yang halal.

    "Sebab dana ini murni milik lembaga yang bersangkutan untuk kegiatan sebagaimana yang tertera pada proposal, pada kesepahaman, pada Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD). Kalau mencari upah, jangan disitu bergeraknya. Itu sosial,” tegas Aher.

    Dalam aturannya, dana hibah digunakan untuk pembangunan atau kegiatan sebagaimana yang tertera ada proposal. Itu sebabnya, tak ada pihak yang diberikan imbalan oleh lembaga mana pun.

    Di sisi lain, ia menyambut baik keterlibatan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengawasi penerimaan dana hibah di Pemprov Jabar. Karena itu, ia mengingatkan, kepada seluruh penerima dana hibah agar menggunakan dana tersebut secara hati-hati sesuai peruntukannya.

    "KPK kan sekarang mengawasi terus, KPK itu ada koordinasi, supervisi dan pencegahan, terus melakukan itu baik kepada provinsi ataupun kabupaten/kota, dan KPK meminta data siapa saja yang menerima bantuan, dikasih sama kita. Ada siapa saja di provinsi yang mendapat bantuan. Jadi jangan macam-macam, kita tidak tahu apa yang akan dilakukan oleh KPK, kita enggak tahu," ungkapnya.

    Sementara itu, Ketua Satgas Koordinasi Supervisi Pencegahan KPK Asep Rahmat Suwandha menuturkan, pihaknya tak hanya menangkap para koruptor saja. Lembaga antirasuah ini juga menjadi pengawas dan pencegah terjadinya praktik tindak korupsi.

    "KPK dalam konteks pelaksanaan Undang-undang (UU) memiliki amanah untuk melakukan pencegahan. Kalau dilihat oleh bapak-bapak dan ibu-ibu di televisi kesannya KPK itu kerjanya hanya menangkap (koruptor.red) saja. Kalau masih ada anggapan itu kami luruskan bahwa kami hadir di Jabar untuk membantu pemprov dan pemkab/pemkot untuk berkomitmen menjauhi praktik-praktik korupsi,” tutur Asep.

    Tak hanya itu, ia menegaskan, KPK berkomitmen untuk membangun sistem dan tata kelola pemerintahan sesuai UU yang menjauhkan dari praktik korupsi serta menjaga integritas lembaga atau perseorangan dari korupsi.

    "Harus diingat oleh ibu bapak yang hadir di sini bahwa kalau ibu bapak mengajukan proposal dana hibah sebesar Rp20 juta maka usul segitu jangan dilebih-lebihkan atau memberi komisi kepada pihak-pihak yang mengklaim bisa membantu pengurusannya menjadi lebih cepat," tandasnya. (James Manullang)