Pemerintah Klaim Siap Bantu Lulusan Sekolah Vokasi

Saat ini banyak instansi yang membutuhkan lulusan sekolah vokasi

  • Pelatih mengajarkan cara memotong besi pada peserta didik saat Pelatihan Vokasi Welder di Pusdiklat PT PAL Indonesia, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (2/11). ANTARA FOTO/Didik Suhartono/ama/17
    Pelatih mengajarkan cara memotong besi pada peserta didik saat Pelatihan Vokasi Welder di Pusdiklat PT PAL Indonesia, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (2/11). ANTARA FOTO/Didik Suhartono/ama/17

    KEDIRI – Dengan tujuan untuk memunculkan tenaga kerja terampil, sekolah vokasi ada. Oleh karenanya di tengah ketatnya persaingan dunia kerja, pemerintah mengaku akan terus membantu lulusan sekolah vokasi siap bekerja untuk mengisi sejumlah lowongan di berbagai kementerian dan swasta.

    "Pemerintah memberikan perhatian khusus untuk mengembangkan sekolah vokasi dan akan terus memperhatikan lulusannya," kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi usai berbicara dalam Dialog Nasional ke-5 Sukses Indonesia di Kediri, Jawa Timur, seperti yang dikutip dari Antara, Rabu (15/11).

    Budi mengatakan di kementeriannya pun perhatian itu selama ini sudah dihadirkan. Pihaknya telah memiliki sejumlah sekolah vokasi untuk menjadi pilot, nakhoda, dan masinis yang menampung siswa dari berbagai daerah.

    Selain memunculkan tenaga yang terampil, kata Budi, perhatian khusus terhadap sekolah vokasi dibutuhkan supaya siswa memiliki kemampuan sesuai dengan yang dibutuhkan pasar.

    "Tadi (saat dialog dengan siswa.red) saya terkejut juga kalau ada laporan sekolah jadi pelaut mahal dan sulit. Tidak ada itu, kalau memang lulus ujian dan memenuhi syarat bisa jadi pelaut," ungkapnya.

    Di tempat yang sama, Menperin Airlangga Hartanto mengklaim kementeriannya juga memiliki sejumlah sekolah vokasi berbagai jurusan yang lulusannya sudah diterima di berbagai instansi dan swasta.

    Disebutkannya, sebetulnya saat ini banyak instansi yang membutuhkan lulusan sekolah vokasi. Jadi pihaknya akan terus meningkatkan kualitas agar sesuai dengan syarat yang ditentukan.

    "Kemenperin banyak memiliki sekolah vokasi dan akan terus kami persiapkan kualitas lulusannya agar siap kerja," katanya.

    Dialog Sukses Indonesiaku ke-5 ini dihadiri sekitar 8.000 orang, terdiri dari 4000 siswa SMK se-Kabupaten dan Kota Kediri, sebanyak 4.000 wali murid, sebanyak 83 kepala sekolah, dan 100 wali kelas SMK se-Kota dan Kabupaten Kediri.

    Dalam dialog yang diwarnai tanya jawab dengan siswa tersebut, masalah nasib lulusan sekolah vokasi banyak ditanyakan kepada dua menteri tersebut.

    Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun ajaran 2014/2015 lalu, jumlah murid Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Indonesia sebanyak 4.211.245 siswa. Tercatat pula jumlah SMK di tahun ajaran itu mencapai 12.421 sekolah. (Nofanolo Zagoto)