MENGALAP SURGA DEVISA PARIWISATA

Pemerintah Gencar Dorong ‘Wonderful Indonesia’ Makin Mendunia

Kemenpar menerapkan sejumlah strategi untuk memenangkan dan menaikkan peringkat Brand Wonderful Indonesia di ajang kancah internasional

  •  Bus dengan branding 'Wonderful Indonesia' di Paris, Prancis. Dok.Kemenpar
    Bus dengan branding 'Wonderful Indonesia' di Paris, Prancis. Dok.Kemenpar

    JAKARTA- Kementerian Pariwisata (Kemenpar) melakukan beberapa hal upaya untuk memenangkan brand “Wonderful Indonesia” di sejumlah ajang kompetisi pariwisata tingkat dunia. Salah satunya menerapkan strategi khusus untuk menaikkan posisi Indonesia.

    Menteri Pariwisata Arief Yahya mengadakan rapat koordinasi (rakor) untuk mendongkrak posisi Indonesia. Maka dari itu, rakor tersebut bertemakan Menaikkan Posisi Indonesia pada Kompetisi Pariwisata Tingkat Internasional, diselenggarakan di sebuah hotel di Jakarta, seperti dilansir Antara, Senin (12/3).

    “Rakor ini diselenggarakan sebagai rapat lintas sektor dalam rangka pemenangan brand Wonderful Indonesia di ajang kompetisi pariwisata tingkat internasional. Rapat koordinasi mengundang peserta dari kementerian/Lembaga, dinas pariwisata provinsi, BUMN, media, akademisi, dan asosiasi pariwisata,” ujarnya.

    Selain untuk menaikkan posisi Indonesia di ajang kompetisi internasional, Arief juga memberikan apresiasi, karena rakor tersebut juga merupakan usaha memperkuat semangat Indonesia Incorporated.

    “Rapat koordinasi diselenggarakan dalam rangka memperkuat semangat Indonesia Incorporated, dengan mengoptimalkan sumber-sumber sinergi, yaitu size getting bigger, scope getting broader, dan skill getting better, menggemakan rasa nasionalisme, serta mengangkat harkat dan martabat Indonesia di kancah internasional,” tegasnya.

    Sedangkan untuk target kunjungan wisatawan mancanegara (wisman), Kemenpar masih optimis target kunjungan wisman di tahun 2019 sebanyak 20 juta orang akan tercapai. Sementara untuk target kunjungan wisman di tahun 2018 sebanyak 17 juta.

    Sebelumnya, berdasarkan data Kemenpar tahun 2016, jumlah kunjungan wisman ke Indonesia ditargetkan sebanyak 12 juta orang, tetapi hasil realisasi kunjungan wisman hanya sekitar 11,5 juta orang. Sedangkan untuk tahun 2017, kemenpar menargetkan kunjungan wisman sebanyak 15 juta orang, dan yang terealisasikan hanya sekitar 14 juta orang.

    Untuk tercapainya hal itu, perlunya dukungan dengan strategi yang tepat, yaitu dengan meningkatkan daya saing pariwisata.

     

     

    Baca juga Menakar Efektivitas Promosi Wisata di Luar Negeri

    Peringkat Branding
    Selain target pencapaian 17 juta wisatawan mancanegara, Arief Yahya, juga optimistis dengan menargetkan 50 penghargaan internasional di 2018 untuk bidang pariwisata.

    Indonesia mencatatkan peringkat yang terus membaik dalam “Global Competitiveness Report” yang dirilis oleh “World Economic Forum”, pada tahun 2018 Indonesia meraih peringkat 36 dari 137 negara, naik 5 peringkat dari posisi 41 tahun 2017.

    Jika menurut “Travel and Tourism Competitiveness Report 2017”, Indonesia menduduki peringkat 42, yang naik 8 peringkat dibanding tahun 2015.

    Selain itu, Country Branding Wonderful Indonesia pada awalnya tidak masuk dalam rangking branding di dunia. Namun, tahun 2015 melonjak lebih dari 100 peringkat ke peringkat 47. Branding Indonesia mengalahkan country branding Truly Asia Malaysia (rangking 96) dan country branding Amazing Thailand (ranking 83).

    Indonesia dengan strategi Branding Wonderful-nya dinilai masih lebih bagus dibandingkan Malaysia dan Thailand untuk penetrasi secara online. Akan tetapi, Indonesia masih kalah dengan Singapura, sehingga perlu usaha-usaha untuk memperbaikinya.

    Salah satu upaya meningkatkan posisi kepariwisataan Indonesia di kancah global adalah dengan memenangkan berbagai kompetisi kepariwisataan di tingkat Internasional.

    "Untuk memenangkan berbagai kompetisi kepariwisataan di tingkat internasional diperlukan perencanaan yang matang. Kemenangan itu direncanakan. Probabilitas kemenangan yang berasal dari nasib mujur, untung-untungan, dan kecelakaan lawan itu terlalu tipis," kata Menpar.

    Terbukti, setelah sukses meraih penghargaan di United Nations World Tourism Organization (UNWTO), Wonderful Indonesia dan Pesona Indonesia (WI-PI) kembali meraih penghargaan Brand of The Year Indonesia 2018. Gelaran merupakan ajang bergengsi yang penilaiannya sangat ketat oleh Philip Kotler Center for ASEAN Marketing.

    Penghargaan untuk Wonderful Indonesia diserahkan pada Kamis 8 Maret, di Ballroom Raffles Hotel Jakarta, Ciputra World, Jakarta Selatan. Founder and Chairman MarkPlus Inc dan salah satu Tri-Founder Philip Kotler Center for ASEAN Marketing Hermawan Kartajaya menuturkan, pemberian penghargaan ini mengacu bukan hanya pada keberhasilan yang telah diraih WI-PI di dunia internasional.

    “Tapi dampak luar biasa yang berhasil disumbang, seperti tampilnya sektor pariwisata sebagai kontributor kedua perekonomian Indonesia di tahun 2017. Pencapaian seperti ini barangkali akan susah ditandingi oleh brand lain di masa depan," ucapnya.

     

    Indonesia melancarkan promosi digital untuk raih pasar Italia. Stefano Romano/ITPC Milan

    Bagi Arief Yahya, perolehan penghargaan internasional itu adalah media promosi kepariwisataan yang sangat baik untuk jangka pendek, menengah dan panjang.

    Kementerian Pariwisata telah memetakan prioritas yang dianggap sebagai program utama kemenangan Branding Wonderful Indonesia pada ajang kompetisi penghargaan (awards) kepariwisataan tingkat internasional.

    Ajang-ajang tersebut diantaranya, yaitu fora United Nation-World Tourism Organization (UNWTO), The World Legacy Awards (WLA), Asean Tourism Association (ASEANTA), The World Travel & Tourism Council (WTTC), dan Travel FilmFest (TRAFF).

    Dalam rapat koordinasi juga dibahas pentingnya 3C (calibration, credibility, confindence) dalam rangka penyusunan perencanaan yang matan dan strategi yang efesien untuk Indonesia.

    Strategi itu dimaksud untuk meningkatkan kesadaran pada seluruh unsur kepentingan ABGCM (Academic, Bussines, Government, Community, Media) terhadap pentingnya peringkat pariwisata Indonesia di kancah internasional.

    ABGCM mempunyai peran dalam wadah Indonesia Incorporated dalam membawa kepariwisataan Indonesia sebagai destinasi terbaik dunia dan menyukseskan program kemenangan penghargaan kepariwisataan Indonesia di ajang internasional.

    “Kami juga mengharapkan komitmen dan dukungan dari Pemerintah daerah bagi industry atau atraksi wisata di daerahnya yang terpilih untuk dinominasikan dalam kompetisi internasional,” ujarnya.

    Selain itu, rakor tersebut juga diharap mampu menyosialisasikan program Pemenangan Branding Wonderful Indonesia ke seluruh stakeholder.

    Supaya bisa mewujudkan jejaring sebagai saranan berbagi informasi mengenai penyelenggaraan kompetisi pariwisata internasional, dan sarana pengumpulan materi kompetisi.

    "Diharapkan melalui sosialisasi ini, para pelaku industri terkait kepariwisataan dapat mengikuti kompetisi sesuai kategorinya masing-masing; lembaga-lembaga diklat diharapkan juga dapat mengikuti kompetisi sekaligus bersedia memberikan pendampingan kepada destinasi untuk mampu mengikuti berbagai ajang kompetisi internasional," ungkapnya.

    Arief Yahya menekankan bahwa pihaknya akan siap mendukung dan memberikan fasilitas kepada industri yang berencana mengikuti berbagai ajang kompetisi internasional bidang pariwisata. (Hani Setiawati)