MENGALAP SURGA DEVISA PARIWISATA

Pelancong Asal China Dominasi Penumpang Internasional Sam Ratulangi

Selama 2017, penumpang China yang keluar dan masuk ke Sulut melalui Bandara Sam Ratulangi sejumlah 164.954 penumpang, dengan penumpang terbanyak dari Guangzhou yaitu sejumlah 51.622 penumpang

  •  Ilustrsi penyelam berenang di antara terumbu karang taman laut Bunaken di Teluk Manado, Sulawesi Utara. Taman laut Bunaken memiliki biodiversitas kelautan salah satu yang tertinggi di dunia, hal itu merupakan daya tarik bagi wisatawan khususnya wisata air dengan 20 titik penyelaman hingga kedalaman 1.344 meter. ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma.
    Ilustrsi penyelam berenang di antara terumbu karang taman laut Bunaken di Teluk Manado, Sulawesi Utara. Taman laut Bunaken memiliki biodiversitas kelautan salah satu yang tertinggi di dunia, hal itu merupakan daya tarik bagi wisatawan khususnya wisata air dengan 20 titik penyelaman hingga kedalaman 1.344 meter. ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma.

    MANADO – Minat wisatawan mancanegara untuk menghabiskan liburan di Sulawesi Utara (Sulut) terus meningkat. Sepanjang 2017, jumlah penumpang internasional tumbuh hingga 77%. Pelancong asal China mendominasi penumpang internasional di Bandara Sam Ratulangi.

    General Manager Bandara Sam Ratulangi Minggus E T Gandeguai di Manado, Rabu (10/1) mengatakan selama 2017, penumpang China yang keluar dan masuk ke Sulut melalui Bandara Sam Ratulangi sejumlah 164.954 penumpang, dengan penumpang terbanyak dari Guangzhou yaitu sejumlah 51.622 penumpang.

    Ia mengatakan pertumbuhan jumlah penumpang internasional turut berperan besar dalam peningkatan jumlah penumpang di Bandara Sam Ratulangi Manado.

    "Jumlah penumpang internasional sebesar 170.384, meningkat hingga 77% dibandingkan tahun 2016 yang jumlah penumpang internasionalnya sebesar 96.210," jelasnya seperti dikutip Antara.

    Secara total rata-rata pergerakan lalu lintas udara selama tahun 2017, yaitu pesawat 2.324 penerbangan per bulan, penumpang 226.128 per bulan, dan kargo sejumlah 1.142.609 kg per bulan.

    Dia mengatakan diiringi pula dengan peningkatan jumlah pergerakan pesawat sebesar 4% dengan jumlah 27.890 dan pergerakan kargo yang meningkat 13% atau sejumlah 13.711.312 kg.

    Pertumbuhan positif ini akan terus diimbangi dengan sarana prasarana yang akan terus ditambah dan diperbaiki demi menunjang operasional. Bandara Sam Ratulangi, katanya, akan terus memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat dan penumpang.

    Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan memimpin Rapat Koordinasi Dewan Pengarah Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) dan Badan Otorita Borobudur (BOB) di Laguboti, Toba Samosir, Sumatera Utara, Rabu.

    Luhut menjelaskan kawasan pariwisata Danau Toba maupun Borobudur masih dalam proses pengembangan. Untuk itu, ia mengaku akan terus berkoordinasi dengan kementerian/lembaga terkait untuk mendorong pengembangan destinasi wisata unggulan tersebut.

    Koordinasi akan dilakukan dengan Kementerian Perhubungan untuk meningkatkan kapasitas Bandara Silangit, juga dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk segera memutuskan desain jembatan Tano Pongol.

    Sementara untuk kawasan Borobudur (BOB), Luhut berharap segera ada perkembangan mengenai kelengkapan organisasi BOB.

    "BOB perlu segera melakukan koordinasi dengan pemangku kepentingan di daerah (Borobudur-Yogyakarta, Solo-Sangiran dan Semarang-Karimun Jawa), serta percepatan penetapan status lahan otoritatif 50 hektare sebagai aset BOB (proses tukar guling kawasan hutan)," katanya.

    Rapat koordinasi akan dilakukan secara berkala terkait progres pembangunan yang telah dilakukan oleh pemerintah provinsi dan kabupaten serta bentuk kerja sama dan koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait.

    Dalam rakor yang juga dihadiri oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya, Menteri PPN/Bappenas Bambang Brodjonegoro, dan Wakil Gubernur Sumatera Utara Nurhajizah Marpaung, serta para bupati di kawasan Danau Toba, Luhut menjelaskan berbagai prestasi Indonesia di bidang pariwisata.

    Salah satunya adalah pertumbuhan turis yang mencapai hampir empat kali lebih besar dibandingkan ASEAN. Pertumbuhan turis ASEAN sepanjang Januari-Agustus 2017 hanya mencapai 7%, sementara di Indonesia dapat mencapai hingga 25,68%.

    "Dalam pertumbuhan kawasan itu, kami meningkatkan pengembangan beberapa destinasi wisata, yakni pengembangan 10 destinasi pariwisata prioritas, salah satunya Kawasan Pariwisata Danau Toba, dan selain itu juga termasuk di dalamnya Badan Otorita Borobudur," katanya. (Fin Harini)