Pedagang Tiket Bus Pulo Gebang Mengeluh Sepi Pembeli

Secara keseluruhan sejak H-7 sebanyak 43.143 penumpang dengan jumlah bus sebanyak 1.554 bus yang berangkat 

  • Agen penjual tiket Perusahaan Otobus (PO) di lantai 2, Terminal Pulo Gebang, Jakarta. Validnews/Benny Silalahi
    Agen penjual tiket Perusahaan Otobus (PO) di lantai 2, Terminal Pulo Gebang, Jakarta. Validnews/Benny Silalahi

    JAKARTA –  Meski sudah memasuki H-3 lebaran, jumlah pemudik di Terminal Terpadu Pulo Gebang, Jakarta Timur, masih belum memenuhi target. Dibandingkan tahun kemarin, pemudik di terminal terbesar se-Asia Tenggara tersebut cendrung menurun dan dikeluhkan sejumlah penjual tiket.

    Kasasti (40) seorang penjual tiket bus Pahala Kencana mengaku penjualan tiket pada musim mudik tahun ini berkurang sekitar 25% dari tahun sebelumnya. Perempuan asal Jawa Timur ini menambahkan tidak mengetahui factor apa yang membuat menurunya omset penjualan tiket.

    “Tahun 2017 lalu itu, rata-rata bus tujuan keberangkatan ke Madura sekitar tujuh unit, maka pada tahun ini hanya sekitar empat-lima bus per hari,” katanya seperti dilansir Antara, Selasa (12/6).

    Dia menjelaskan, Harga tiket bus yang dijual sudah sangat murah. Untuk tujuan Madura Kasasti menjual dengan harga Rp650.000/orang pada musim mudik tahun ini.

    “Pada hari normal, tiket tersebut dipatok dengan harga Rp400.000. Satu bus isinya sekitar 32 kursi." Ucapnya.

    Menurutnya penjualan tiket konvensional juga dihadapkan dengan persaingan penjualan tiket bus melalui aplikasi atau online. Kasiati menjelaskan sebagian besar masyarakat lebih memilih membeli tiket melalui aplikasi karena lebih murah dibandingkan ke loket penjualan di terminal.

    “Ditambah lagi adanya persaingan dengan online. Lama-lama bisa tutup kita ini,” pungkasnya.

    Sementara itu, penjual tiket bus tujuan Sumatera, Andri mengaku jumlah penumpang pada tahun ini menurun dibandingkan tahun sebelumnya yakni sekitar 20 persen. Hal itu dikarenakan banyak penumpang yang memilih pulang kampung lebih cepat terutama PNS yang mulai cuti bersama sejak 11 Juni 2018.

    "Mungkin juga masalah ekonomi, karena sebentar lagi tahun ajaran baru," kata Andri.

    Saat dikonfirmasi terkait keluhan pedagang tiket tersebut, Kasubbag TU Terminal Pulo Gebang, M Taufik mengatakan menurunya penjulan tersebut dikarenakan, harga tiket bus mengalami kenaikan pada H-7 hingga H+7 Hari Raya Idul Fitri. Setelah itu, harga tiket bus kembali normal seperti sedia kala.

    "Tarif angkutannya per kilo meter, batas atasnya Rp155 dan batas bawahnya Rp95. Misalnya dari sini ke Bandung sekitar 200 kilo meter, tinggal 200 dikali Rp95 berapa rupiah. Harga itu yang tidak boleh dibawah batas yang ditentukan. Itu yang harus disepakati pemilik bus bersama," kata Taufik.

    Puncak Arus Mudik
    Kepala Terminal Terpadu Pulo Gebang, Jakarta Timur, Ismanto mengatakan puncak arus mudik dari terminal tersebut diperkirakan pada hari ini.  

    Terminal Terpadu Pulo Gebang mulai beroperasional pada 2017. Terminal tersebut melayani pemudik untuk tujuan Sumatera, Jawa, dan Madura.

    Dia menjelaskan, pada hari ini hingga pukul 10.00 WIB, jumlah bus yang datang sebanyak 57 unit, dan yang berangkat sebanyak 88 bus.

    "Puncak arus mudik di Terminal Pulo Gebang diperkirakan pada hari ini, mengingat karyawan swasta mulai libur bersama," ujar Ismanto.

    Ismanto melanujutkan, jumlah penumpang secara keseluruhan sejak H-7 sebanyak 43.143 penumpang dengan jumlah bus sebanyak 1.554 bus yang berangkat. Jika dibandingkan tahun sebelumnya, kata Ismanto, meningkat sekitar 31,2%.

    “Pada tahun ini, cuti bersama berbeda-beda untuk setiap instansi. Untuk instansi pemerintah cuti bersama dimulai pada 11 Juni. Namun pada kenyataannya, banyak yang mudik ke kampung halaman mulai 8 Juni,” jelas dia.

    Ismanto menjelaskan, pada libur Lebaran 2018 banyak pemudik yang menunda perjalanan karena bertepatan dengan libur sekolah yang cukup panjang. Seorang pemudik tujuan Sumatera Barat, Herni mengaku memilih mudik pada hari ini untuk menghindari kemacetan di Pelabuhan Merak.

    "Kalau melihat data, memang banyak yang mudik pada H-5, dengan jumlah penumpang sebanyak 10.418 orang dengan jumlah bus berangkat sebanyak 338 unit. Namun kami, memperkirakan puncaknya pada hari ini atau H-3," papar dia. (Benny Silalahi)