Partisipasi Pemilih Kunci Sukses Pilkada

Pilkada 2016 lalu angka rata-rata partisipasi pemilih di seluruh wilayah Indonesia 74%

  • Ilustrasi. Seorang petugas KPUD Temanggung yang mengenakan kostum maskot Pilkada Gunungan membagikan brosur kepada warga di kota Temanggung, Jawa Tengah. ANTARA FOTO/Anis Efizudin
    Ilustrasi. Seorang petugas KPUD Temanggung yang mengenakan kostum maskot Pilkada Gunungan membagikan brosur kepada warga di kota Temanggung, Jawa Tengah. ANTARA FOTO/Anis Efizudin

    JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat dan Daerah tengah berupaya meningkatkan partisipasi pemilih pada perhelata Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2018 mendatang. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengatakan, meningkatnya partisipasi pemilih merupakan kunci sukses Pilkada mendatang.

    "Untuk Jabar dan semua daerah, kunci sukses Pilkada, satu partisipasi harus meningkat," ujar Tjahjo seperti yang dikutip dari Antara, Senin (13/11).

    Tjahjo menguraikan, Pilkada 2016 lalu, angka rata-rata partisipasi pemilih di seluruh wilayah Indonesia 74%. Sementara itu, angka partisipasi pada gelaran Pilkada tahun 2018 mendatang ditargetkan mencapai angka 78%.

    Khusus untuk Jawa Barat (Jabar), ia mendorong, penyelenggara untuk meningkatkan partisipasi pemilih. Pasalnya, tahun 2013 lalu, partisipasi pemilih di wilayah ini hanya mampu menembus 65% dari total jumlah pemilih 32,5 juta orang.

    "Jabar khususnya daerah padat penduduk dan padat pemilih jadi harus ditingkatkan," paparnya.

    Selanjutnya, ia berharap, KPU bersama Pemerintah Daerah (Pemda) mampu mendeteksi adanya kerawanan politik uang, isu SARA, serta ujaran kebencian. Bila menemukan kerawanan tersebut,  KPU serta pihak-pihak terkait harus dengan tegas memberikan sanksi.

    "Harus adu konsep gagasan, visi misi, berikutnya sosialisasi. Yang melanggar harus disanksi tegas. Pemimpin kepala daerah yang amanah tanpa ada politik uang," jelasnya

    Untuk meningkatkan partisipasi pemilih ini, KPU Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo, menggelar pendidikan politik bagi para pemilih pemula di wilayah pesisir, di antaranya Kecamatan Anggrek. Ketua KPU Gorontalo Fadliyanto Koem menuturkan, pihaknya sengaja menyisir seluruh desa di wilayah pesisir untuk memberi pemahaman dan pengetahuan yang lebih mendalam bagi warga, khususnya pemilih pemula di wilayah pesisir dengan melibatkan pemerintah kecamatan.

    Tujuannya, agar para pemilih pemula dapat memahami pentingnya kegiatan pendaftaran pemilih dalam Pemilu dan mengetahui kendala yang dihadapi serta solusinya. Untuk itu, pemilih pemula pun diharapkan mendaftar sebagai pemilih, memahami prinsip-prinsip pendaftaran pemilih, serta memperhatikan hal-hal penting dalam pendaftaran pemilih.

    Sementara itu, Komisioner KPU Sophian Rahmola mengatakan, dampak pendidikan pemilih pemula tersebut agar mereka dapat menetapkan calon pemimpin daerahnya. Selain itu, pembekalan ini dapat melegitimasi keputusan yang telah diambil. 

    "Sebab Pemilu menjadi jawaban bagi masalah-masalah yang ada dalam sistem politik manapun," singkat Sophian. (James Manullang)