Mimika Bertakbir, Langkah Antisipatif Jaga Kamtibmas di Papua

Sejak awal ormas Islam setempat didorong agar tak menggelar pawai takbir keliling demi suasana yang tertib dan terkendali jelang perhelatan pilkada di Mimika

  • Ilustrasi. Umat muslim Mimika, Timika, Papua. ANTARA/Spedy Paereng
    Ilustrasi. Umat muslim Mimika, Timika, Papua. ANTARA/Spedy Paereng

    TIMIKA – Kepolisian Resor Mimika, Papua mendukung penuh gagasan seluruh organisasi masyarakat muslim di wilayah itu yang akan menggelar doa bersama 'Mimika Bertakbir' pada Kamis (14/6) malam mulai pukul 19.30 WIT.

    Seperti dilansir Antara, Rabu (13/6) Kapolres Mimika AKBP Agung Marlianto di Timika mengatakan sejak awal kepolisian mendorong seluruh ormas Islam setempat agar tidak menggelar pawai takbir keliling guna menjaga suasana yang tertib dan terkendali menjelang perhelatan Pilkada Mimika, 27 Juni 2018.

    "Psikologi massa benar-benar harus kita perhatikan dan antisipasi. Niat untuk melaksanakan takbir memang sangat mulia, tapi bisa saja disusupi oleh pihak-pihak tertentu yang memiliki agenda tertentu pula," ujarnya.

    Untuk itu, pihaknya sangat mengapresiasi kegiatan doa bersama ini sebab sejak awal memang sudah dianjurkan kepada umat Islam bahwa meskipun melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadan tetapi ada juga agenda politik pilkada yang harus menjadi perhatian bersama. Atas dasar itu, sangat tepat jika umat merayakan tibanya hari raya Idul Fitri tidak dengan melaksanakan pawai takbir keliling.

    Pilihan untuk menggelar doa bersama 'Mimika Bertakbir' dipandang sangat positif dalam upaya menumbuhkan kebersamaan dan meminda ridho Tuhan Yang Maha Kuasa agar penyelenggaraan pesta politik Pilkada Mimika 2018 dapat berlangsung aman dan sukses.

    Kapolres Mimika mengakui keputusan untuk tidak menggelar pawai takbir keliling bisa saja menimbulkan kekecewaan pada sebagian kalangan umat Islam di Mimika, terutama di Kota Timika. Sebab kegiatan pawai takbir keliling merupakan agenda rutin yang diselenggarakan hampir setiap tahun pada malam sebelum tibanya hari raya Idul Fitri.

    Namun, ia meminta masyarakat untuk peka terhadap setiap perkembangan informasi yang terjadi di tengah masyarakat sehingga tidak melakukan kegiatan-kegiatan yang justru berpotensi mengganggu situasi kamtibmas.

    AKBP Agung Marlianto berharap pergesekan massa dalam jumlah besar harus dapat diminimalisasi agar tidak sampai menimbulkan gesekan dengan ormas yang lain.

    "Kami sangat mendukung berbagai kegiatan yang akan dilakukan dipusatkan di titik-titik tertentu atau di masjid-masjid dan tempat-tempat yang sudah ditentukan, tidak dengan cara bergerak. Pengurus Harihari Besar Islam (PHBI) dan ormas-ormas Islam yang lain sudah melakukan langkah-langkah positif dengan meniadakan pelaksanaan takbir keliling, namun memutuskan untuk memusatkan kegiatan di Lapangan Timika Indah. Nanti akan ada doa bersama sekaligus isthigosah 'Mimika Bersatu'," jelas Kapolres.

    Kegiatan doa bersama dan isthigosah 'Mimika Bertakbir' pada Kamis (14/6) malam digagas bersama oleh Pemkab Mimika, Forkompinda, Ormas Islam, tokoh agama, tokoh masyarakat dan umat Islam setempat.

    Adapun sholat Idul Fitri 1439 Hijriah yang jatuh pada Jumat (15/6) akan dipusatkan di Lapangan Timika Indah mulai pukul 06.00 WIT dengan khatib H Akhir Iribaram dan Imam Ustadz Fadli Nur. (Bernadette Aderi)