MENGALAP SURGA DEVISA PARIWISATA

Menjelajah Destinasi Wisata via Indonesia.Travel @indtravel

Promosi dengan citra terinduksi kedalam saluran komunikasi pemasaran ini akan memudahkan calon wisatawan untuk menjelajah Indonesia sebelum akhirnya menetapkan pilihan untuk wisata di Indonesia.

  • Indonesia Lancarkan promosi digital untuk raih pasar Italia. Stefano
    Indonesia Lancarkan promosi digital untuk raih pasar Italia. Stefano

    Oleh: **Dr. Janfry Sihite

    Kontribusi pariwisata untuk devisa Indonesia terus meningkat, pada tahun 2015 devisa pariwisata masih berada di peringkat keempat di bawah minyak & gas, batubara serta minyak kelapa sawit. Sedangkan pada tahun 2016 sudah berada di peringkat kedua setelah minyak kelapa sawit. Pada tahun 2019 kemungkinan besar devisa pariwisata menjadi penyumbang devisa terbesar karena minyak & gas, batubara serta minyak kelapa sawit terus menurun produksinya, sedangkan devisa pariwisata terus naik (10—12% per tahun).

    Performa kunjungan wisatawan mancanegara periode Januari sampai November 2017 juga menunjukkan tren yang bagus dengan mencapai 12,68 juta kunjungan atau naik 21,84% dibandingkan dengan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara pada periode yang sama tahun sebelumnya dengan jumlah 10,41 juta kunjungan (BPS, 2018). Perkembangan pariwisata ini mendorong pemerintah menetapkan pariwisata sebagai core business Indonesia (Rakornas 3 Pariwisata, 2016) dengan semakin meningkatkan daya saing pariwisata Indonesia.

    Laporan daya saing Pariwisata dunia dapat kita telaah dalam Travel Tourism Competitiveness Index 2017. Di dalam laporan ini berbagai komponen penilaian, seperti infrastruktur, prioritas pemerintah dalam pariwisata, sumber daya pariwisata yang alami, dan komponen lainnya diberikan skor yang akhirnya menghasilkan skor total untuk peringkat destinasi wisata dunia. Hal yang menarik adalah peringkat lima terbaik destinasi wisata dunia, yaitu Spanyol (1), Prancis (2), Jerman (3), Jepang (4) dan Inggris (5) memiliki nilai yang konsisten unggul untuk komponen cultural resources and business travel dibandingkan komponen lainnya.

    Definisi komponen cultural resources and business travel adalah “… the availability of cultural resources intended in a broad sense including archaeological sites, entertainment facilities and conferences. To a large extent this pillar captures how cultural resources are promoted rather than the actual existing cultural heritage of a country.” Komponen ini menilai bagaimana promosi kebudayaan destinasi wisata dibandingkan hanya ketersediaan peninggalan budaya yang ada. Konsistensi nilai yang unggul untuk komponen cultural resources and business travel menunjukkan bahwa promosi budaya merupakan daya tarik yang penting untuk wisatawan mancanegara selain dari komponen pemandangan alam, akses transportasi dan infrastruktur.

    Jika kita menjelajah twitter @indtravel yang merupakan twitter Kementerian Pariwisata Indonesia maka kita dapat melihat satu dari sekian aktivitas promosi destinasi wisata Indonesia. Di dalam periode Januari sampai Desember 2016 total ada 1331 twit aktivitas @indtravel, selanjutnya twit dipilih yang mempromosikan destinasi wisata Indonesia dan diperoleh 1196 twit yang selanjutnya dikategorisasikan. Total 99% (1185 twit) merupakan foto dan 0,9% (11 twit) adalah video. Dari 1196 twit, ada 1131 twit yang menampilkan pemandangan alam Indonesia yang mayoritas terdiri dari pemandangan langit, lautan, gunung, pantai, hutan, karang, dan pemandangan lainnya. Jumlah twit yang menampilkan pemandangan budaya Indonesia, seperti candi (38 twit), dan gedung kuno (33 twit) relatif masih sedikit dibandingkan dengan pemandangan alam.

    Selain itu, ada 282 tampilan seni dan budaya yang ditampilkan @indtravel dalam periode 2016. Mayoritas yang ditampilkan adalah pakaian adat (65 twit), makanan daerah (47 twit), monumen (39 twit), rumah adat (39 twit), dan tampilan seni dan budaya lainnya.

    Upaya untuk meningkatkan daya saing Indonesia dengan promosi kebudayaan Indonesia merupakan langkah awal untuk meningkatkan daya tarik Indonesia. Saat ini Indonesia menempati peringkat ke-23 untuk komponen cultural resources and business travel, jika dibandingkan dengan komponen lainnya maka komponen inilah yang paling potensial untuk ditingkatkan peringkatnya. Sinergi promosi yang dilakukan saat ini dapat terus dikembangkan dengan beragam aktivitas di media sosial melalui kerja sama dengan berbagai stakeholder yang mempunyai kepentingan untuk mengembangkan sektor pariwisata Indonesia seperti maskapai penerbangan.

    Data statistik pengikut twitter perusahaan di Indonesia menunjukkan bahwa 2 dari 5 perusahaan dengan pengikut terbanyak adalah perusahaan yang mempromosikan destinasi wisata. Socialbakers.com menampilkan peringkat pertama dengan 3,89 juta pengikut, yaitu Air Asia (@AirAsia_Indo) dan peringkat keempat dengan 3,29 juta pengikut adalah Garuda Indonesia (@IndonesiaGaruda). Kedua perusahaan ini merupakan perusahaan maskapai penerbangan yang menampilkan proposisi layanannya yaitu tiket perjalanan dengan menampilkan destinasi wisata Indonesia.

    Indonesia travel (@indtravel) sendiri mempunyai 1,34 juta pengikut, banyaknya orang yang mengikuti twitter maskapai penerbangan @AirAsia_Indo dan @IndonesiaGaruda serta @indtravel menguatkan peran media sosial untuk promosi destinasi wisata Indonesia. Sebaran distribusi destinasi wisata yang ditampilkan di @indtravel juga meliputi destinasi wisata di Jawa (234 twit), Sumatra (109 twit), Bali (78 twit), NTT (73 twit), NTB (54 twit), Papua (45 twit), Sulawesi (36 twit), Kalimantan (27 twit) dan Bangka Belitung (6 twit). Variasi sebaran ini menunjukkan kekayaan variasi destinasi wisata di Pulau Jawa dan Sumatra masih paling banyak dipromosikan, dan promosi destinasi wisata dari sebaran geografis yang lain masih dapat dioptimalkan.

    Perkembangan zaman juga telah membawa kita ke dalam era pembangunan destinasi wisata dengan citra induced dibandingkan citra organik. Tipologi citra induced dan citra organik merupakan tipologi pembangunan citra destinasi wisata yang disampaikan oleh Gunn pada tahun 1972. Pada saat itu, aktivitas promosi destinasi wisata melalui iklan berbeda dengan acara di televisi yang menampilkan destinasi wisata. 

    Acara di televisi ini bukan merupakan bagian dari promosi, iklan dalam majalah yang menampilkan destinasi wisata juga dianggap tidak berhubungan dengan pemasaran destinasi wisata. Era itu saluran komunikasi pemasaran pun masih terbatas, seperti televisi, radio, majalah, koran sehingga konsep citra organik sebagai impresi wisatawan terhadap destinasi tanpa mengunjungi destinasi masih relevan. Impresi ini diperoleh dari sumber tidak langsung yang tidak berhubungan dengan aktivitas pemasaran. Hal ini yang sulit dikontekstualisasikan ke dalam era saat ini karena kita terpapar dengan berbagai informasi yang spektrum aktivitasnya beragam, dari soft selling sampai hard selling aktivitas promosi destinasi wisata.

    Tantangan yang dihadapi saat ini adalah bagaimana mengelola promosi dengan citra induced, yaitu citra yang diperoleh dari hasil usaha promosi berbagai stakeholder seperti pemasar destinasi, perusahaan travel tourism maupun hotel di destinasi serta pemasaran yang dilakukan oleh suatu negara maupun suatu kawasan untuk dapat membangun citra destinasi yang diinginkan. Tantangan ini semakin sulit karena beragam aktivitas promosi destinasi wisata ini akan terpapar dengan jutaan calon wisatawan melalui gawai yang mereka miliki dan selanjutnya mereka juga akan memaparkan user generated content yang menyampaikan citra organik sebagai bagian dari ekspresi diri ketika mereka berkunjung ke destinasi wisata.

    Akhirnya proses untuk membangun citra destinasi wisata Indonesia membutuhkan kanal komunikasi pemasaran yang didedikasikan untuk mengoptimalkan promosi kebudayaan Indonesia yang akan meningkatkan daya tarik wisata di Indonesia dan variasi destinasi wisata di Indonesia. Promosi dengan citra terinduksi ke dalam saluran komunikasi pemasaran ini akan memudahkan calon wisatawan untuk menjelajah Indonesia sebelum akhirnya menetapkan pilihan untuk wisata di Indonesia.

    Indonesia.Travel @indtravel adalah Twitter Komunikasi Kementerian Pariwisata Indonesia

    ** Pengajar dan Peneliti Universitas Mercubuana