Mendikbud: Pemerintah Jamin Pendidikan Ais

Anak-anak yang terlibat dalam aksi teror adalah korban, bukan pelaku

  • AIS anak pelaku pengebom Mapolresta Surabaya saat diselamatkan anggota kepolisian, AKBP Rony, Senin, (14/5). Ist
    AIS anak pelaku pengebom Mapolresta Surabaya saat diselamatkan anggota kepolisian, AKBP Rony, Senin, (14/5). Ist

    JAKARTA Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan pemerintah akan memberikan jaminan pendidikan bagi Ais, anak yang selamat dalam aksi bom bunuh diri di Mapolrestabes Surabaya pada Senin (14/5).

    "Siapa pun anak itu harus dijamin pendidikannya. Kita tidak boleh melihat dia anak siapa, harus non-diskriminasi itu prinsip pendidikan kita," kata Muhadjir di Kantor Wakil Presiden Jakarta, Rabu (16/5) siang.

    Terhadap beberapa anak diduga terlibat dalam aksi teror dan masih hidup, Muhadjir mengatakan pemerintah saat ini mengutamakan kesembuhan bagi anak-anak tersebut.

    "Kita lihatlah nanti, kita juga belum tahu. Biar sembuh dulu," tambahnya.

    Dia menegaskan kembali kepada masyarakat untuk mempersepsikan bahwa anak-anak yang terlibat dalam aksi teror adalah korban, bukan pelaku.

    "Karena pada dasarnya mereka korban, dan mereka punya teman-teman, jadi kalau sampai kemudian nanti menciptakan traumatis kepada teman-teman sejawatnya, itu risikonya terlalu berat," tegasnya.

    Ais merupakan salah satu anak yang terlibat dalam aksi teror bom bunuh diri di Mapolrestabes Surabaya bersama orang tua dan saudaranya. Sesaat setelah ledakan dari dua sepeda motor di pintu masuk Mapolrestabes, Ais berdiri dan langsung diselamatkan oleh AKBP Rony Faisal. (Nofanolo Zagoto)