Mabes Polri Gerebek Gudang Elpiji Oplosan di Tangerang

Direktorat Tindak Pindana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri menemukan sekitar 4.706 tabung gas elpiji ukuran 3 hingga 50 kilogram dalam kasus pengoplosan gas di Tanggerang

  • Polisi menyita tabung Elpiji 3 kilogram oplosan. ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman
    Polisi menyita tabung Elpiji 3 kilogram oplosan. ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman

    TANGERANG – Mabes Polri menggerebek sebuah gudang yang mengoplos ribuan tabung gas ukuran 12 kilogram dan 40 kilogram di Kavling DPR Blok C, Kelurahan Nerogtog, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang.

    Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Setyo Warsito di Tangerang, Jumat (12/1) mengatakan, dari hasil penggerebekan yang dilakukan oleh Direktorat Tindak Pindana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri tersebut berhasil diamankan satu orang pelaku berinisial F.

    Sedangkan barang bukti yang disita polisi dari hasil pengungkapan tersebut adalah 4.200 gas ukuran tiga kilogram, 396 tabung gas ukuran 12 kilogram, dan 110 tabung gas ukuran 50 kilogram.

    Dijelaskan Irjen Setyo, pelaku melakukan pengoplosan gas ukuran tiga kilogram ke ukuran 12 kilogram dan 40 kilogram. Tujuannya adalah untuk mendapatkan keuntungan besar.

    Untuk mengisi tabung ukuran 12 kilogram, pelaku memanfaatkan empat tabung gas ukuran tiga kilogram. Sedangkan untuk yang ukuran 40 kilogram, diisi dari 17 tabung ukuran tiga kilogram.

    Akibat perbuatannya tersebut, lanjutnya, terjadi kelangkaan penjualan gas ukuran tiga kilogram selama sebulan terakhir. Hal itu yang membuat kepolisian kemudian melakukan penelusuran.

    Pasalnya, gas ukuran tiga kilogram diperuntukkan bagi masyarakat menengah ke bawah. Kemudian karena langka, menyebabkan kenaikan harga di pasaran.

    "Karena adanya pengoplosan yang dilakukan, terjadi kelangkaan gas ukuran tiga kilogram karena oleh pemilik diubah ke tabung ukuran besar," ujarnya.

    Gas melon (sebutan bagi gas ukuran 3 kilogram) yang disubsidi pemerintah ini memang kerap menjadi bahan oplosan untuk gas yang ukurannya lebih besar. Sejumlah kasus pegoplosan gas 3 kilogram kerap terjadi di berbagai daerah di Indonesia sejak tahun 2010.

    Menurut pantauan Validnews pada pertengahan tahun 2010, Polres Metro Bekasi menemukan aktivitas pengoplosan ratusan tabung gas berukuran 3 dan 12 kilogram di Desa Wanasari, Cibitung. Dan di tahun 2013 polisi juga menggerebek sebuah rumah di Tampan, Pekan Baru yang digunakan sebagai lokasi pengoplosan gas elpiji bersubsidi.

    Sedangkan di tahun 2014, 900 tabung gas elpiji oplosan ditemukan di Cileungsi, Bogor. Yang diikuti dengan penangkapan tujuh tersangka. Lalu tahun 2015 dan 2016 Polisi juga menemukan praktik pengoplosan gas elpiji di Medan dan Langkat. Dalam penangkapan tersebut, polisi menemukan 206 dan 153 tabung gas di Medan dan Langkat.

    Perbuatan para tersangka melanggar Pasal 62 Ayat 1 jo Pasal 18 Ayat 1 huruf A dan B Undang-Undang Nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen Jo Pasal 53 Huruf A, B, C, dan D. Dan Undang-Undang RI Nomor 22 Tahun 2001, tentang Migas Jo Pasal 90 Undang-Undang RI Nomor 15 Tahun 2001 tentang Merek, Jo Pasal 32 ayat 1 dan 2 Undang-Undang RI Nomor 2 Tahun 1981 tentang Metrologi. (Zsazya Senorita)