JALAN BERLIKU MENUJU MANDIRI DAGING

Lebak Siap Penuhi Kebutuhan Daging Sapi Banten

Populasi sapi di Kabupaten Lebak kini mencapai 3.120 ekor sapi, sementara kebutuhan daging sapi di Banten mencapai sekitar 2.500 ekor

  • Daging sapi. Orami Magazine
    Daging sapi. Orami Magazine

    LEBAK – Kabupaten Lebak, Banten, siap memasok daging sapi lokal ke pasar Provinsi Banten. Populasi sapi di Lebak kini mencapai 3.120 ekor sapi yang siap dijual untuk memenuhi permintaan masyarakat.

    "Kami terus mendorong usaha peternakan sapi tumbuh dan berkembang sehingga bisa memenuhi kebutuhan pangan juga peningkatan ekonomi masyarakat," kata Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Lebak Iman Santoso di Lebak, Selasa (7/11) seperti dikutip Antara.

    Menurut Iman, populasi sapi lokal di Kabupaten Lebak kini tercatat 3.120 ekor. Dari jumlah tersebut sebanyak 2.500 ekor milik peternak rakyat. Sisanya, sebanyak 510 milik BUMN melalui perusahaan perkebunan PTPN VIII Bojongdatar.

    Di samping itu di Kabupaten Lebak terdapat perusahaan penggemukan sapi Australia di Desa Nameng, Kecamatan Rangkasbitung.

    Sementara itu, kebutuhan konsumsi daging sapi di Banten sekitar 2.500 ekor. Karena itu, kebutuhan konsumsi daging sapi di di provinsi hasil pemekaran dari Jawa Barat itu cukup dipasok dari pengembangan usaha peternakan Kabupaten Lebak.

    "Kami menjamin persediaan daging sapi mencukupi untuk kebutuhan hari keagamaan," katanya.

    Menurut dia, selama ini pengembangbiakan sapi lokal di Kabupaten Lebak relatif bagus karena didukung lahan yang luas. Selain itu, melimpahnya pakan alami dari rerumputan yang hijau di wilayah itu juga menjadi modal untuk pengembangbiakan sapi.

    Oleh karena itu, prospek pengembangbiakan sapi lokal di Kabupaten Lebak cukup cerah dan bisa mendorong usaha sentra pendapatan ekonomi masyarakat.

    "Kami menargetkan ke depan Lebak menjadikan sentra daging sapi lokal dan bisa memenuhi permintaan konsumsi warga Banten," katanya.

    Bahkan, PTPN VIII Bojongdatar akan mengembangkan sapi lokal di PTPN-PTPN VIII lainnya di Provinsi Banten untuk mendukung program ketahanan pangan nasional.

    "Kami terus mengoptimalkan pelayanan inseminasi buatan (IB) guna meningkatkan populasi sapi melalui keturunan anaknya itu," katanya.

    Pada Program Upaya Khusus Sapi Induk Wajib Bunting (Upsus Siwab) yang dirilis Kementerian Pertanian, target sapi yang menjadi aseptor inseminasi buatan di Kabupaten Lebak mencapai 644 ekor. Dari jumlah itu, sebanyak 541 ditargetkan bunting.

    Secara nasional, pada tahun ini sebanyak 4 juta sapi atau 70% dari populasi sapi dan kerbau nasional ditargetkan menjadi akseptor program Upsus Siwab. Populasi sapi dan kerbau sendiri mencapai 5,91 juta. Diharapkan, jumlah sapi bunting mencapai 3 juta.

    Infografis sentra produksi sapi. Validnews/Jean.P

    Sejumlah peternak di Kabupaten Lebak mengakui bahwa mereka mengembangkan budi daya peternakan sapi karena adanya intervensi pemerintah daerah melalui penyaluran bantuan kepada kelompok peternak.

    Penyaluran bantuan itu untuk mendukung swasembada daging sapi dan meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat pedesaan.

    "Kami setahun sekali bisa menjual dua sampai tiga ekor dengan harga Rp25 juta per ekor," kata Hamid (45), seorang peternak di Kecamatan Cileles, Kabupaten Lebak.

    Iman menyebutkan, para peternak mengembangkan sapi lokal jenis brahma cross dan limosin dengan berat badan bisa mencapai 600 hingga 700 kuintal.

    Saat ini, kata dia, harga sapi lokal antara Rp13 juta sampai Rp15 juta per ekor, sedangkan harga daging sapi Rp40 ribu/kg. (Fin Harini)