Koperasi dan UMKM Jadi Penggerak Perekonomian Denpasar

UMKM di Kota Denpasar, Bali, terus bertumbuh. Hal ini ditandai dengan peningkatan jumlah sepanjang lima tahun terakhir

  •  Ilustrasi. Seorang perajin menyelesaikan bagian kepala
    Ilustrasi. Seorang perajin menyelesaikan bagian kepala

    DENPASAR – Sebagai ibu kota dari Provinsi Bali, Denpasar memiliki magnet tersendiri untuk masyarakat dari berbagai kalangan, tak terkecuali bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Keberadaan UMKM ini justru menjadi menggerakkan roda perekonomian di Bali.

    "Dengan produktifnya koperasi dan UMKM di daerah akan berimplikasi terhadap tersedianya lapangan pekerjaan baru yang mampu mengikis jumlah pengangguran," kata Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Denpasar Made Erwin Suryadarma Sena seperti dikutip Antara, Rabu (13/6).

    UMKM di Kota Denpasar, disebutkan Erwin, terus bertumbuh. Hal ini ditandai dengan peningkatan jumlah sepanjang lima tahun terakhir. Secara garis besar terdapat tiga klasifikasi bagi UMKM di Kota Denpasar, yakni bidang perdagangan, bidang industri pertanian dan non-pertanian, serta aneka jasa.

    "Dari tahun 2013 jumlah UMKM di Kota Denpasar sebanyak 11.575 unit, tahun 2014 meningkat menjadi 11.877 unit, tahun 2015 naik menjadi 11.905 unit dan tahun 2016 meningkat drastis menjadi 30.761 unit. Sedangkan pada tahun 2017 jumlah tersebut meningkat menjadi 30.840 unit," rinci Made Erwin.

    Meningkatnya perkembangan UMKM selama lima tahun belakangan ini tidak lepas dari perhatian serius serta dukungan Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar. Suntikan dukungan ini berupa kemudahan perizinan, hingga membantu permodalan UMKM melalui kredit usaha rakyat (KUR).

    Selain itu, Pemkot Denpasar juga melaksanakan pengawasan dan evaluasi yang dilaksanakan oleh Dinas Koperasi dan UMKM, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar, Bagian Ekonomi Setda Kota Denpasar, serta Dekranasda Kota Denpasar.

    "Pemkot Denpasar selalu memberikan ruang yang seluas-luasnya bagi UMKM untuk terus berkembang sehingga mampu mendukung pergerakan roda perekonomian di perkotaan," ucap Made Erwin.

     

    Sedangkan untuk koperasi, Badan Pusat Statistik mencatat jumlah koperasi yang ada di Provinsi Bali pada tahun 2016 mencapai 4.995 unit atau bertambah sebanyak 88 unit dibanding tahun sebelumnya.

    Dari total tersebut, 88 unit di antaranya adalah Koperasi Unit Desa (KUD) dengan total anggota mencapai 189.381 orang, dan 4.907 unit koperasi non-KUD dengan jumlah anggota sebanyak 824.865 orang.

    Untuk Kota Denpasar sendiri, pada tahun 2016 ada sebanyak 1.128 unit yang terdapat di empat kecamatan. Wilayah Denpasar Timur mendominasi sebaran koperasi, yakni sebesar 31,38% atau sebanyak 354 unit, diikuti oleh Denpasar Selatan dengan total koperasi 305 unit. Lalu, Denpasar Barat serta Denpasar Utara berturut-turut sebanyak 277 dan 192 unit.

    Lebih rinci, sebanyak 35% atau 395 unit dari total koperasi di Kota Denpasar adalah jenis koperasi serba usaha, disusul oleh koperasi fungsional sebanyak 324 unit, dan 241 unit untuk koperasi simpan pinjam.

    Selanjutnya ada koperasi kerajinan sebanyak 5 unit, 4 unit KUD, dan satu unit koperasi pertanian, dan sisanya adalah koperasi jenis lainnya.

    Made Erwin menambahkan, salah satu ruang yang penting terhadap perkembangan UMKM adalah kemudahan dalam berpromosi yakni melalui rumah belanja, rumah kemasan, serta festival skala daerah, provinsi, nasional, hingga internasional, seperti Denpasar Festival, Sanur Festival, dan Inacraft.

    "Diharapkan ke depannya tumbuh UMKM baru dan UMKM yang sudah ada terus berkembang, yang mikro menjadi kecil, yang kecil menjadi menengah, dan yang menengah menjadi besar," tutup Made Erwin. (Shanies Tri Pinasthi)

    Baca Juga: