Ketua PN Baubau Kerap Halunisasi Sebelum Coba Bunuh Diri

MA memastikan percobaan bunuh diri ini kali pertama terjadi di kalangan hakim. Tim dari Bawas MA pun langsung dikirimkan untuk mengetahui penyebab utama KPN Baubau coba bunuh diri.

  • Ilustrasi gedung Pengadilan Negeri Baubau. (pn-bau-bau.go.id)
    Ilustrasi gedung Pengadilan Negeri Baubau. (pn-bau-bau.go.id)

    JAKARTA –Ketua Pengadilan Negeri Baubau, Sulawesi Tenggara (Sulteng), Joko Saptono, kritis akibat luka-luka setelah melakukan percobaan bunuh diri di rumah dinasnya di Jalan Jambu Mete, Kelurahan Batulo, Kecamatan Wolio, Kota Baubau, Selasa (14/11). Soal kejadian ini, Mahkamah Agung (MA) berkata yang bersangkutan sudah mengalami halunisasi sepekan terakhir.

    Kabiro Hukum dan Humas MA, Abdullah, mengatakan sepengetahuan pihaknya, sudah sepekan Joko diketahui tak lagi memimpin sidang karena sakit. Lantaran upaya bunuh diri yang dilakukan oleh hakim kelahiran Surabaya, 31 Oktober 1968 ini, MA memastikan telah mengirimkan tim Badan Pengawas (Bawas) MA untuk mengetahui penyebab utama tindakan Joko tersebut.

    “Bawas MA langsung turun mengirimkan tim begitu ada kejadian untuk mencari tahu kejadiannya lebih mendalam. Masalahnya yang bersangkutan kritis, meski saat kejadian ada istrinya di rumah. Yang pasti dia sudah ada halusinasi sekitar satu minggu,” terang Abdullah kepada Validnews, Selasa (14/11).

    Hanya saja, meski beban tugas hakim cukup tinggi, Abdullah memastikan percobaan bunuh diri di kalangan hakim kali pertama terjadi. Sebab selama ini, MA mengaku rutin melakukan pembinaan kepada hakim.

    “Pembinaan yang dilakukan terus-menerus. MA memberikan pembekalan mental spiritual, sentuhan agama. Sekarang pun, Badan Pengawasan juga sampai keliling ke Indonesia untuk melakukan pembinaan,” sebut Abdullah.

    Kapolres Baubau AKBP Daniel Widya Muchram di Kendari, seperti yang dikutip dari Antara, mengatakan saat anggota Kepolisian tiba di TKP (tempat kejadian perkara), Selasa (14/11) dini hari sekitar pukul 03.00 Wita, Ketua Pengadilan sudah dalam keadaan terluka berupa luka iris pada pergelangan tangan kiri dan luka iris pada bagian perut kiri hingga mengeluarkan usus.

    Di TKP, polisi juga menemukan sebuah gunting dan pisau cutter. Tepatnya di samping korban. Petugas lalu bergegas membawa korban ke RS Siloam untuk dilakukan penanganan medis. "Hingga saat ini korban tidak sadarkan diri, namun masih ada tanda-tanda kehidupan," ujar petugas medis setempat.

    Kata Daniel, sebetulnya Joko sedang bersama dengan istrinya, Soefi Janna, di rumah dinas. Tapi sang istri sudah tidur. Dari hasil olah TKP yang dilakukan Unit Indentifikasi Polres Baubau yaitu pintu dan jendela tidak ditemukan tanda tanda kerusakan.

    Di dalam kamar, tempat ia salat terdapat sajadah yang di atasnya banyak lumuran darah, selain itu ada pisau cutter dan gunting. Begitu juga di atas tempat tidur korban ditemukan bercak darah. Pada bagian ruang dapur juga ditemukan lumuran darah, serta di kamar mandi.

    Menurut keterangan petugas lapangan Bripda Askar yang sedang melakukan patroli bersama Bripda Januar Marzuki, saat berada di depan rumah dinas Ketua PN Baubau tersebut mereka dipanggil seorang perempuan dan meminta tolong untuk melihat suaminya di dalam rumah.

    Ia kemudian masuk dan melihat ke dalam rumah dan menemukan Ketua PN Baubau tergeletak di dalam kamar di atas tempat tidur dalam keadaan terluka dan mengeluarkan banyak darah. Kemudian memanggil anggota di pos jaga dan Bripda Januar Marzuki ke Rumah Sakit Siloam untuk memanggil ambulans. (Nofanolo Zagoto)