Kementerian Agama Siapkan Rp 2,2 Triliun Buat Pendidikan dan Haji

Anggaran Rp2,2 triliunĀ  itu akan dibagi dalam empat sektor utama untuk menunjang pembangunan, revitalisasi serta peningkatan mutu pendidikan

  • Kegiatan belajar mengajar di Madrasah. ANTARA FOTO/Adeng Bustomi.
    Kegiatan belajar mengajar di Madrasah. ANTARA FOTO/Adeng Bustomi.

    JAKARTA – Tahun 2018 ini, Kementerian Agama (Kemenag) menargetkan pembangunan beragam infrastruktur terkait dengan pelayanan, misalnya saja seperti layanan pendidikan, balai nikah dan manasik, serta asrama haji melalui skema pembiayaan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). Untuk mencapai target tersebut, Kemenag sudah mengalokasikan dana sebesar Rp2,2 triliun.

    "Pada tahun ini kami akan membangun kembali infrastruktur layanan pendidikan, KUA, dan haji di sejumlah daerah melalui skema pembiayaan SBSN," kata Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Nur Syam di Jakarta kepada Antara, Kamis (11/1).

    Nantinya, anggaran Rp2,2 triliun  itu akan dibagi dalam empat sektor, yakni pembangunan, revitalisasi dan pengembangan asrama haji dengan dana sebesar Rp349,74 miliar, untuk pembangunan gedung balai nikah dan manasik haji sebesar Rp355,35 miliar.

    Selanjutnya untuk program peningkatan akses dan mutu pendidikan madrasah sebesar Rp201,43 miliar. Terakhir, Kemenag juga menjadwalkan peningkatan mutu sarana dan prasarana Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) sebesar Rp1.304 miliar.

    Nur Syam menjelaskan, untuk tahun 2018 setidaknya ada delapan asrama haji yang akan direvitalisasi, yaitu Asrama Haji DKI Jakarta, Medan, Padang Pariaman, Makassar, Banjarmasin, Surabaya, Maluku, dan Lampung.

    Sedangkan untuk peningkatan sarana PTKIN tahun ini dilakukan pada 34 perguruan tinggi, diantaranya UIN Ar Raniry Banda Aceh, UIN Sumatera Utara, UIN SUSKA Riau, UIN Raden Fatah Palembang, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, UIN Malang, dan UIN Sunan Ampel Surabaya.

    "Pada tahun ini juga akan dibangun sebanyak 245 balai nikah dan manasik haji," katanya.

    Peningkatan akses dan mutu pendidikan juga akan dilakukan di tingkat madrasah di jenjang Mi, MTs, dan MA pada 32 madrasah yang tersebar di beberapa wilayah, seperti MIN Nglawu Sukoharjo (Jawa Tengah), MIN Purwokerto (Jawa Tengah), MTsN Surakarta 1 (Jawa Tengah), MTsN Merasugun Assowalesi Jayawijaya (Papua), MAN IC Aceh Timur, dan MAN IC Sipirok Sumatera Utara.(Muhammad Fauzi)