KY Buka Tambahan Usulan Calon Hakim Agung

Dua posisi hakim agung ini diperlukan untuk mengisi satu posisi di kamar perdata, dan satu posisi di kamar agama

  • Ilustrasi proses tes wawancara dalam seleksi calon hakim agung di Komisi Yudisial, Jakarta, Senin (20/6/2017). Antara foto/m agung rajasa.
    Ilustrasi proses tes wawancara dalam seleksi calon hakim agung di Komisi Yudisial, Jakarta, Senin (20/6/2017). Antara foto/m agung rajasa.

    JAKARTA - Komisi Yudisial (KY) kembali membuka tambahan usulah calon hakim agung periode II tahun 2017 sesuai dengan permintaan Mahkamah Agung (MA).

    KY kembali membuka tambahan usulan calon hakim agung (CHA) untuk mengisi dua posisi hakim agung, ujar juru bicara KY Farid Wajdi dilansir dari Antara, Sabtu (13/1).

    Dua posisi hakim agung ini diperlukan untuk mengisi satu posisi di kamar perdata, dan satu posisi di kamar agama.

    "KY membuka kesempatan kepada MA, pemerintah, dan masyarakat untuk mengajukan usulan CHA yang memenuhi persyaratan untuk mengikuti seleksi CHA Periode II Tahun 2017 ini," kata Farid.

    Adapun proses pengajuan usulan telah dibuka terhitung sejak Rabu (3/1) hingga Selasa (23/1) atau selama 15 hari.

    Sebelumnya, KY secara resmi menutup penerimaan usulan calon hakim agung periode II Tahun 2017 pada Kamis (28/12/2017).

    Hingga Rabu (3/1), KY telah menerima 67 usulan nama CHA yang berasal dari 35 orang jalur karier dan 32 jalur nonkarier.

    Seleksi ini dilakukan untuk mengisi enam posisi hakim agung, dengan rincian dua orang di kamar perdata, satu orang di kamar pidana, dua orang di kamar militer, dan satu orang yang memiliki keahlian hukum perpajakan di kamar tata usaha negara.

    Namun kemudian MA meminta tambahan pengusulan untuk dua orang hakim agung, melalui surat Wakil Ketua MA RI Bidang Yudisial Nomor 40/Wk.MA.Y/X/2017 tentang Tambahan Pengusulan Calon Hakim Agung 2017. (Jenda Munthe)