KOTA BATU TIDAK INGIN MEMBATU

City branding diimplementasikan Kota Batu dalam empat strategi umum pemasaran.

  • Batu Secret Zoo, Kota Batu Jawa Timur. Validnews/Gisantia Bestari
    Batu Secret Zoo, Kota Batu Jawa Timur. Validnews/Gisantia Bestari

    Oleh: Gisantia Bestari, SKM*

    Di suatu hari Minggu pukul 10.30 WIB, tampak ramai pengunjung memasuki area tempat wisata terkemuka. Berbagai kalangan baik muda maupun tua terlihat antusias menyambangi tempat wisata tersebut. Adalah Batu Secret Zoo, sebuah kebun binatang sejak tahun 2010 yang terletak di kawasan Jawa Timur Park 2, Kota Batu, Provinsi Jawa Timur. Kebun binatang dengan luas tanah sekitar lima belas hektare tersebut pernah dinobatkan menjadi salah satu kebun binatang terbaik di Asia versi Travelers’ Choice Awards dari situs wisata TripAdvisor pada tahun 2015, bersama dengan kebun binatang dari China, Singapura, Jepang, Thailand, dan India.

    Selain Batu Secret Zoo yang mengoleksi lebih dari tiga ratus spesies hewan unik dari berbagai penjuru dunia, Kota Batu juga memiliki Museum Satwa, Eco Green Park, Museum Tubuh, Batu Night Spectacular, dan yang tak kalah populernya adalah Museum Angkut. Berangkat dari kepercayaan bahwa moda transportasi adalah bagian dari peradaban, Museum Angkut menjadi museum transportasi pertama di Asia Tenggara yang menawarkan sejarah setiap mobil, mulai dari angkutan pertama Presiden Republik Indonesia hingga Istana Buckingham Inggris dengan desain interior ruangan yang menyerupai kondisi zaman aslinya (Situs Museum Angkut, 2014).

    Dengan pesona menjanjikan yang dimiliki Kota Batu tersebut, strategi city branding berperan dalam peningkatan kualitas dan jasa agar dapat bersaing di tingkat internasional (Stephen Intyaswono, dkk, 2016).

    Batu Yang Bersinar
    Pada tanggal 20 Mei 2013, bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional, Pemerintah Kota Batu meresmikan Shining Batu sebagai slogan baru Kota Batu. Slogan ini menandakan bahwa Kota Batu berfokus pada tiga sektor yakni pariwisata, pertanian, dan pendidikan. Penguatan tiga sektor tersebut bertujuan agar Kota Batu dapat unggul di kancah internasional. Karenanya, pemerintah Kota Batu melakukan rebranding pada kota atau bisa juga disebut dengan city branding.

    City branding merupakan manajemen citra pada sebuah destinasi, yang dilakukan melalui inovasi strategis serta koordinasi ekonomi, sosial, komersial, kultural, dan peraturan pemerintah. Fenomena city branding menjadi tren negara-negara maju dan berkembang seperti Amerika, Malaysia, Hong Kong, Singapura, dan Thailand.

    Melalui kegiatan city branding, pemasaran suatu kota diharapkan dapat meningkatkan perekonomian kota terutama pada sektor pariwisata. Sebab, sektor pariwisata dapat berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, perkembangan investasi, dan peningkatan pendapatan masyarakat secara strategis. Kondisi alam dan letak geografis yang mendukung menjadikan Kota Batu mempunyai kesempatan besar untuk dikembangkan sebagai daerah wisata yang menarik wisatawan lokal dan mancanegara (Stephen Intyaswono, dkk, 2016).

    Strategi Yang Terpenuhi
    Sebagai salah satu strategi untuk memiliki kedudukan yang kuat, city branding diimplementasikan Kota Batu dalam empat strategi umum pemasaran (Stephen Intyaswono, dkk, 2016). Strategi pertama adalah image marketing, yakni kebaikan dan keunikan citra yang umumnya ditunjang dengan slogan. Kota Batu menciptakan slogan Shining Batu dengan logo berupa tiga garis lengkung yang menggambarkan tiga sektor. Garis berwarna merah-orange untuk sektor pariwisata, garis hijau untuk pertanian, dan garis biru untuk pendidikan.

    Strategi kedua adalah attraction marketing, di mana daya tarik terletak pada bangunan bersejarah, taman, pameran, dan keindahan alam. Kota Batu yang pada era Belanda dijuluki Swiss kecil di Pulau Jawa ini memiliki beragam tempat untuk dinikmati, yakni taman rekreasi Batu Night Spectacular, taman alun-alun Batu dengan apel besarnya, keindahan alam di Jawa Timur Park, dan pertunjukan yang mengedukasi anak-anak di Museum Satwa.

    Strategi berikutnya adalah infrastructure marketing yang mementingkan prasarana sebagai penunjang daya tarik suatu lingkungan. Untuk memudahkan masyarakat yang ingin berwisata di Kota Batu, Dinas Pariwisata Kota Batu merilis aplikasi Shining Batu berbasis Android dan IOS pada tahun 2015. Aplikasi yang telah diunduh oleh ribuan pengguna Android di Google Play Store per Mei 2018 ini berisi informasi terkait spot-spot indah di Batu. Ada sejumlah kategori yang ditawarkan seperti hotel, wisata, kuliner, belanja, kerajinan, seni budaya, acara, galeri foto, layanan publik, dan panorama 360.

    Terakhir, people marketing yang meliputi dukungan dan sinergi masyarakat terhadap kemajuan pariwisata Kota Batu sehingga tidak hanya pemerintah saja yang gencar berpromosi. Untuk menggali potensi Kota Batu dan mempromosikan Kota Batu sebagai kota wisata, Desa Oro-Oro Ombo yang merupakan lokasi didirikannya objek-objek wisata Kota Batu membentuk kelompok sosial yang dinamakan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Kelompok yang sudah memiliki Surat Keputusan Pemerintah Kota Batu ini bertujuan untuk meningkatkan pendapatan anggota. Pokdarwis diharapkan dapat menjadi wadah pemberdayaan potensi ekonomi masyarakat sekitar dalam mengatur segala bentuk kegiatan perekonomian mereka di industri pariwisata (Situs Pokdarwis, 2016).

    Replika hewan di Museum Satwa, Kota Batu Jawa Timur. Validnews/Gisantia Bestari

    Kota Yang Menawan
    Menurut pengamatan Penulis terhadap wisata Kota Batu, Kota Batu menyajikan tempat wisatanya secara totalitas serta memenuhi ekspektasi Penulis. Contohnya, Jawa Timur Park 2 yang tidak hanya menawarkan edukasi mengenai satwa, tapi juga dilengkapi dengan berbagai wahana permainan dan kolam renang yang seluruhnya bisa diperoleh dengan satu tiket masuk saja. Selanjutnya, Museum Angkut yang tidak hanya menampilkan beragam transportasi saja, tapi juga desain ruangan yang apik, tempat makan, dan fasilitas cetak foto. Selain itu, keramahan petugas dan masyarakat sekitar menjadi poin plus kota ini.

    Semoga, citra yang dibentuk Kota Batu dapat menjadi sesuatu yang berkelanjutan, yang konsisten sebagai tumpuan standardisasi akan pengembangan wisata Kota Batu agar mampu memperkuat posisi di kancah dunia. Shining Batu tidak hanya menjadi slogan untuk berpromosi, tapi juga sebagai pengingat bahwa Kota Batu bisa benar-benar bersinar apabila pemerintah dan masyarakat berupaya bersama.

    *) Peneliti Muda Visi Teliti Saksama

    Referensi:
    Jawa Timur Park. (2010). Batu Secret Zoo https://jtp.id/batusecretzoo/ diakses tanggal 2 Mei 2018

    Jawa Timur Park. (2014). Museum Angkut https://jtp.id/museumangkut/ diakses tanggal 2 Mei 2018

    Intyaswono, Stephen, Edy Yulianto & Mukhammad Kholid Mawardi. (2016). PERAN STRATEGI CITY BRANDING KOTA BATU DALAM TREND PENINGKATAN KUNJUNGAN WISATAWAN MANCANEGARA (Studi Pada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Batu). Universitas Brawijaya Malang.

    Pokdarwis Oro-Oro Ombo. (2016). Latar Belakang Berdirinya POKDARWIS http://pokdarwis.com/index.html diakses tanggal 2 Mei 2018