MENGALAP SURGA DEVISA PARIWISATA

Jaring Wisman Eropa Utara Lewat Matka Nordic

Kementerian Pariwisata gelar promosi Wonderful Indonesia di ajang Matka Nordic Travel 2018 demi raih target kunjungan 2,1 wisman Eropa ke nusantara

  •  Ilustrasi gedung kementrian pariwisata. (Antara)
    Ilustrasi gedung kementrian pariwisata. (Antara)

    JAKARTA – Kawasan Eropa utara dikenal dengan tingkat kesejahteraan yang tinggi menjadi pasar potensial bagi pariwisata Indonesia. Demi menjaring lebih banyak turis dari kawasan ini, Kementerian Pariwisata pun menggelar promosi Wonderful Indonesia di ajang Matka Nordic Travel 2018.

    "Indonesia menargetkan mampu mendatangkan lebih dari 2,1 juta wisman Eropa ke Indonesia. Lebih khusus lagi, sebagai salah satu bagian dari pasar Eropa, pasar Nordic memiliki potensi yang besar sebagai originasi wisman," kata Asisten Deputi (Asdep) Peningkatan dan Pengembangan Pasar Eropa, Timteng, Amerika dan Afrika Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Nia Niscaya di Jakarta, Selasa (16/1) seperti dikutip oleh Antara.

    Menurut Nia,potensi besar kawasan Eropa utara ini dilihat dari jumlah populasi yang cukup besar, lebih dari 27 juta jiwa. Juga, rata-rata penghasilan per kapita sebesar US$55.235.

    Pada 2015, jumlah wisman Nordic yang berkunjung ke Indonesia sebanyak 98.960 wisman.

    "Jumlah tersebut meningkat pada 2016 hingga lebih dari 100.000 wisman dan sampai tutup tahun 2017 angkanya melonjak signifikan," katanya.

    Dengan peningkatan jumlah wisman Nordic yang terus tumbuh dari tahun ke tahun, langkah-langkah untuk mempromosikan Wonderful Indonesia di pasar Nordic dianggap sebagai upaya yang strategis.

    Oleh karena itu, Indonesia turut mengambil bagian dalam pameran pariwisata terbesar di kawasan Eropa Utara yang bahkan telah diakui sebagai event terbaik untuk masuk ke pasar Nordic, Baltic, dan Rusia, yaitu Matka - Nordic Travel Fair. Tahun ini, Matka Nordic akan dilaksanakan pada 18-21 Januari 2018 di Helsinki, Finlandia.

    Matka Nordic merupakan suatu wadah yang memberikan kesempatan bagi kalangan pengusaha pariwisata, termasuk travel trade, hotelier, dan penerbangan seluruh dunia untuk menjalin hubungan bisnis di bidang pariwisata secara efektif dan efisien.

    Selain dihadiri oleh kalangan industri pariwisata terkemuka, Matka Nordic juga dihadiri oleh para profesional dan pengambil keputusan di bidang pariwisata, seperti pejabat pemerintah dan organisasi-organisasi non pemerintah serta asosiasi.

    Bagi Pemerintah Indonesia, dalam hal ini Kemenpar, Matka Nordic merupakan wahana untuk mempromosikan kepariwisataan Indonesia melalui kegiatan Business to Business.

    Kemenpar sendiri telah berpartisipasi pada hajatan Matka Nordic pada 2016 dan 2017. Dari partisipasi tersebut diketahui dari tahun ke tahun terjadi peningkatan secara kualitatif maupun kuantitatif, baik dari segi penyelenggaraannya maupun jumlah peserta Matka Nordic.

    "Tahun ini Indonesia menargetkan hasil yang lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya yaitu naik setidaknya 3%," katanya.

    Pada kesempatan itu, pihak Kemenpar menggandeng sejumlah industri pariwisata yang terdiri dari Destination Management Company/ Organization (DMC/DMO), tour agents/tour operator (TA/TO), dan hotel untuk turut serta berpromosi di Paviliun Indonesia seluas 60 m2 di Matka-Nordic Travel Fair 2018.

    Kekuatan Bahari Paviliun Indonesia pada tahun ini mengangkat tema "Kekuatan Bahari Indonesia Sebagai Negara Maritim dengan Keragaman dan Budaya".

    Sementara untuk meramaikan paviliun Indonesia, pihaknya akan menampilkan tari-tarian tradisional dan menyajikan minuman khas Indonesia selama pameran berlangsung.

    "Kami mengusung tagline Wonderful Indonesia dalam ajang ini untuk menunjukkan kekayaan alam, kerajinan yang unik, musik, berbagai kekayaan kuliner, destinasi wisata, dan yang paling utama adalah keragaman dan keramahan masyarakatnya," kata Nia.

    Di Paviliun Indonesia juga dihadirkan replika kapal phinisi yang bahan konstruksinya terbuat dari material ramah lingkungan mengingat Finlandia adalah negara yang sangat memperhatikan hal-hal terkait lingkungan.

    Kemenpar juga akan menyediakan 1 counter informasi untuk bagi pengunjung yang tertarik untuk melancong ke Indonesia. Hand book yang berisi semua informasi dan data tentang beragam destinasi di Tanah Air juga disediakan di Paviliun Indonesia.

    “Kita juga menghadirkan Coffee & Mixologist Corner di Paviliun Indonesia yang diharapkan mampu menjadi daya tarik lain pengunjung Matka-Nordic Travel Fair 2018,” lanjutnya.

    Visit Wonderful Indonesia Year 2018
    Kunjungan wisman dari Finlandia, salah satu negara kawasan utara Eropa tersebut, ke Indonesia terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Jumlah pelancong pada 2010 tercatat sebanyak 13.740 orang, meningkat di tahun berikutnya menjadi 14.117 orang. Lalu, pada 2012 dan 2013 masing-masing jumlah wisman Finlandia secara berturut-turut sebesar 14.828 orang dan 15.949 orang.

    Peningkatan juga terlihat di tahun-tahun berikutnya. Pada 2014, jumlah wisman dari kawasan utara itu sebesar 17.395 orang. Lalu, pada 2015 sebesar 17.948, dan 2016 lebih dari 18.000 orang.

    Pada kesempatan sebelumnya, Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengatakan Pemerintah Indonesia menargetkan peningkatan jumlah wisman dari 9,5 juta pada 2014 menjadi 20 juta pada 2019.

    Untuk mempercepat pencapaian target tersebut, Indonesia telah memberikan bebas visa kunjungan singkat (BVKS) kepada 169 negara, termasuk Finlandia.

    Tercatat Indonesia telah menutup 2017 dengan menempatkan pertumbuhan jumlah wisman yang fantastis di mana sampai dengan November 2017, pertumbuhan wisman ke Indonesia tercatat sebesar 24% atau jauh lebih tinggi dari regional ASEAN yang tumbuh sebesar 7% dan dunia sebesar 6,4%.

    Pencapaian tersebut membuat Indonesia optimistis dan lebih gencar menjalankan strategi-strategi untuk meningkatkan kinerja pariwisatanya pada 2018, demi tercapainya target 20 juta wisman pada 2019.

    Sebagai salah satu strategi utama, Menteri Pariwisata menetapkan 2018 sebagai Visit Wonderful Indonesia Year 2018 (ViWI 2018) dengan menetapkan 18 destinasi unggulan yang telah memenuhi syarat 3A (accessibility, amenities, dan attraction) yaitu Danau Toba, Padang, Palembang, Kepulauan Riau, Belitung, Jakarta, Bandung, Joglosemar, Surabaya - Bromo - Tengger, Jember - Banyuwangi, Bali, Lombok, Labuan Bajo, Balikpapan, Makassar, Wakatobi, Manado - Bunake, dan Raja Ampat.

    ViWI 2018 dilakukan untuk mendorong percepatan bisnis di sektor pariwisata. Dari program ViWI 2018 ini diharapkan akan memberikan kontribusi sebesar 15% dari target nasional tercapainya 17 juta wisman pada 2018.

    Strategi turunan dari ViWI 2018 yaitu Hot Deal: more for less atau paket bundling dengan komponen transportasi di sektor domestik, Color of Indonesia: Events & Festival atau paket dengan komponen event, dan Digital Destination berupa paket dengan experience based product.

    Salah satu yang menjadi fokus di tahun ini adalah dirilisnya 100 Wonderful event yang di dalamnya mengampu hajatan besar Indonesia pada 2018 yaitu Annual Meeting IMF-WB dan Asian Games.

    Kedua event berskala internasional tersebut diprediksi akan mendatangkan lebih dari 30.000 kunjungan wisman ke Indonesia. (Fin Harini)