GELAGAPAN MENDONGKRAK KUALITAS PENDIDIKAN

Jalan Sutera Mahasiswa Berprestasi

Siswa yang bekerja keras punya peluang tanpa tes masuk ke universitas negeri

  •  Sejumlah peserta lulus Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) atau lulus jalur undangan mengikuti arahan saat pendaftaran ulang di Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh, beberapa waktu lalu. ANTARA FOTO/Ampelsa
    Sejumlah peserta lulus Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) atau lulus jalur undangan mengikuti arahan saat pendaftaran ulang di Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh, beberapa waktu lalu. ANTARA FOTO/Ampelsa

    JAKARTA –  Ali Panggabean, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia angkatan 2014 terkejut, tatkala lolos dari Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) jalur undangan. Kerja keras sejak kelas X SMA terbayar untuk menuntut ilmu di perguruan tinggi negeri tertua kedua di Indonesia itu.

    “Peristiwa itu tak pernah saya sangka sebelumnya. Mengingat saya harus bersaing dengan siswa-siswa terbaik di Indonesia,” kenang pria lulusan SMU 1 Matauli Pandan, Sumatra Utara, itu kepada Validnews, Senin (15/5).

    SNMPTN merupakan salah satu jalur penerimaan mahasiswa di perguruan tinggi negeri (PTN). Seleksi penelusuran prestasi akademik calon mahasiswa ini dilakukan oleh masing-masing PTN di bawah koordinasi panitia pusat.

    Perlu diketahui, penyelenggaraan penerimaan mahasiswa baru program sarjana pada PTN berlandaskan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi. Kemudian Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi dan Pengelolaan Perguruan Tinggi.

    Berdasarkan peraturan perundang-undangan tersebut, jalur penerimaan mahasiswa baru dilakukan melalui SNMPTN, Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), dan Seleksi Mandiri.

    SNMPTN dilaksanakan seluruh PTN dalam suatu sistem terpadu dan serentak secara nasional. Soal biaya, pemerintah tak memungut apapun untuk pelaksanaan SNMPTN. Bahkan, peserta dari keluarga tidak mampu secara ekonomi dan dinyatakan diterima di PTN berpeluang mendapatkan bantuan biaya pendidikan selama masa studi melalui program beasiswa Bidikmisi.

    SNMPTN ini saringan melalui nilai rapor selama siswa mengikuti pelajaran di SMA maupun SMK. Proses saringan ini tidak melalui ujian.

    Sekolah diharuskan memiliki database siswa hingga riwayat nilai rapornya dan mengunggahnya ke sistem yang dinamakan Pangkalan Data Sekolah & Siswa (PDSS) online. Selanjutnya tiap siswa memperoleh password berbeda dan akan dibagikan dari sekolah pada siswa.

    Kemudian siswa memverifikasi data dan kemudian mendaftar SNMPTN memilih dua jurusan dari dua PTN, dan satu PTN harus berada di kota asal siswa. Siswa juga diminta mengunggah fotonya, kemudian siswa nanti akan mendapatkan kartu tanda pendaftaran.

    Kepala sekolah memberikan rekomendasi pada setiap siswa yang mendaftar. Bagi yang mendaftar di cabang olahraga dan seni, harus pula mengunggah portofolio karya dan prestasinya. Proses seleksi berdasar data-data akademis selama di SMA itu.

    Sistem ini juga melihat peringkat sekolah dalam skala nasional juga rekam jejak akademis dari para alumni. Namun, bila ada siswa dan sekolah yang mengakali sistem itu, misalnya, nilai rapor di-mark up dan dibuat bagus, sekolahnya akan masuk daftar hitam. 

    Sejak beberapa tahun terakhir, pemerintah menetapkan jalur undangan sebagai pintu utama memasuki PTN untuk siswa seperti Ali. Sistem inilah yang dipakai dalam Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN).

    Penerimaan jalur undangan berarti seorang siswa tidak perlu mengikuti ujian tertulis untuk masuk PTN yang dikehendakinya. Seleksi dilakukan berdasarkan rekam akademik tiap siswa pendaftar dan sekolah asalnya. Penilaian dilakukan dan menjadi otoritas kampus tujuan.

    “Nilai siswa memang harus bagus semua. Karena tidak berpatokan juga sama nilai ujian negara. Seperti teman saya, nilai ujian negara peringkat lima di sekolah tapi tidak masuk seleksi SNMPTN,” ucap Ali mengenang selepas dia SMA.

     

     

    Buah Kerja Keras
    Sama seperti Ali, Nurul Hidayah juga punya cerita sama mengenang peristiwa kala dia diterima di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro, Semarang, Jawa Tengah melalui SNMPTN jalur undangan pada 2012.

    Peristiwa itu juga sekaligus membuktikan bagi Nurul, begitu ia akrab disapa, berhasil membuktikan kendala finansial, tak jadi hambatan seseorang menggapai mimpi masuk perguruan tinggi negeri.

    Alumni SMK Mambaul Falah, Kudus, Jawa Tengah, ini menceritakan perjuangannya untuk masuk FIB Universitas Diponegoro. Nurul mengaku sempat putus asa karena, terlambat mendaftarkan diri melalui SNMPTN.

    “Waktu itu pihak sekolah telat mendaftar. Saat saya mau daftar itu sudah keburu ditutup,” kata dia saat berbincang dengan Validnews, Senin (14/5).

    Keinginan yang kuat agar bisa berkuliah, tidak membuatnya menyerah. Ketika gagal mendaftar lewat jalur SNMPTN, dia langsung mencari informasi lain agar bisa masuk ke kampus yang sudah dia idamkan.

    Dia menuturkan, ada teman menyampaikan ada jalur lain untuk masuk ke PTN dengan jalur beasiswa Bidikmisi. “Saya coba untuk daftar Bidikmisi, meski seleksi ketat,” lanjut Nurul.

    Bidikmisi adalah bantuan biaya pendidikan. Berbeda dari beasiswa yang berfokus pada memberikan penghargaan atau dukungan dana terhadap mereka yang berprestasi. Fokus Bidikmisi pada yang memiliki keterbatasan kemampuan ekonomi.

    Berdasarkan bagian penjelasan Pasal 76 ayat 2 huruf b UU No 12 Tahun 2012, tertulis bantuan biaya pendidikan adalah dukungan biaya pendidikan yang diberikan kepada mahasiswa untuk mengikuti dan/atau menyelesaikan PTN berdasarkan pertimbangan utama keterbatasan kemampuan ekonomi.

    Walaupun demikian, syarat prestasi pada Bidikmisi ditujukan untuk menjamin bahwa penerima Bidikmisi terseleksi. Bidikmisi diperuntukkan untuk mempunyai potensi dan kemauan guna menyelesaikan PTN.

    Dari segi ekonomi, kedua orangtua Nurul memang tak berkecukupan. Demi memenuhi kehidupan anaknya itu, sang ayah terpaksa bekerja sebagai tukang ojek. Sementara, ibunya hanya bekerja di rumah saja. Nurul juga tidak malu ketika mendaftar melalui jalur Bidikmisi yang harus menyertakan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) yang dikeluarkan oleh pihak kelurahan setempat.

    “Karena memang syaratnya seperti itu. Bahkan harus menyertai pendapatan orang tua kita juga. Terus nanti dicek dulu rumahnya. Kalau sudah memenuhi syarat kita diterima tanpa tes,” lanjut dia.

     

     

    Prestasinya waktu masih duduk di bangku sekolah sangatlah cemerlang, dari kelas X hingga kelas XII, Nurul selalu mendapat peringkat pertama di kelasnya.  Sadar perjuangannya tak akan mudah, sejak kelas VIII SMP, Ia mulai bersahabat akrab dengan buku pelajaran. Tak kenal letih, Nurul tekun melahap segala materi dalam buku-buku tersebut.

    Berkat ketekunan Nurul belajar, akhirnya dia diterima masuk di Universitas Diponegoro. Tugas berat menanti Nurul ketika menghadapi masa perkuliahan. Dia ditargetkan harus lulus selama empat tahun oleh pihak kampus dengan minimal IPK 2.75.

    Apabila selama kuliah tidak memenuhi target itu, beasiswa yang diberikan pemerintah akan dicabut. Sisa biaya kuliah harus dia bayar sendiri.

    “Alhamdulillah, saya lulus dalam waktu empat tahun,” ucap Nurul.

    Manipulasi Data
    Rektor Universitas Diponegoro Yos Johan Utama, mengatakan seleksi mahasiswa dari jalur SNMPTN dilakukan dengan berbagai tahapan, seperti tahap administrasi dan verifikasi untuk mencocokkan data yang diberikan oleh siswa yang bersangkutan. Ia mengatakan penerimaan mahasiswa melalui SNMPTN memang dilakukan tanpa tes, melainkan penilaian prestasi siswa di sekolah, salah satunya lewat data nilai rapor setiap semester yang diperoleh siswa.

    "Pengalaman selama ini, tidak ada masalah kevalidan data," kata dia kepada Validnews.

    Pelaksanaan verifikasi pendaftar yang lolos SNMPTN, kata mantan Dekan Fakultas Hukum Undip itu, memang bersamaan dengan pelaksanaan tes SBMPTN 2018. Ia menjelaskan para pendaftar yang lolos SNMPTN itu sekaligus akan "dikarantina" agar tidak bisa mengikuti SBMPTN. Sebab, katanya, jika mereka kedapatan mengikuti SBMPTN dianggap gugur dalam SNMPTN.

    “Memang untuk jalur ini kami sangat ketat sekali untuk masuk seleksinya,” ucap Yos.

    Hasil SNMPTN 2018 pada 17 April 2018, jumlah peserta yang dinyatakan lulus seleksi pada 85 PTN se Indonesia sebanyak 110.946 siswa. Dari jumlah yang dinyatakan lulus di PTN tersebut termasuk 28.069 siswa dari peserta Bidikmisi.

    Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan, peluang sekolah untuk mengatrol nilai siswa sangat kecil. Pasalnya, ujian berstandar nasional yang diselenggarakan Kemendikbud di awasi oleh guru berasal dari sekolah berbeda.

    “Itulah sebabnya, kemungkinan terjadi pelanggaran dalam kaitannya dengan nilai semakin kecil,” ujar dia kepada Validnews, Senin (15/5).    

    Oleh sebab itu, menurut Muhadjir, meningkatnya pendaftar SNMPTN 2018 melalui jalur undangan sejalan dengan kualitas yang dimiliki oleh para siswa. Meski demikian, ia mengaku, pemerintah akan terus memperbaiki sistem pendidikan nasional termasuk pencegahan kemungkinan terjadinya kebocoran soal dalam ujian.

    “Kemudian juga masalah menyontek dan lainnya akan diperkecil. Apalagi, sekarang ujian nasional itu diawasai oleh guru lain bukan guru setempat dan pengawasnya pun diawasi,”

    Terkait dengan evaluasi terhadap prestasi siswa masuk PTN melalui jalur undangan, Mendikbud menuturkan, hal tersebut merupakan kewenangan tiap PTN dan panitia penerimaan mahasiswa baru. Kemendikbud, kata dia, hanya bertugas untuk menyiapkan persyaratan siswa untuk masuk perguruan tinggi.

    “Misalnya, bila perguruan tinggi mempertimbangkan nilai ujian nasional maka kami akan mengadakan ujian sekolah berstandar nasional pula,” tutur Muhadjir.

    Handoyo, Kepala Sekolah SMA N 82 Jakarta mengatakan saat ini sulit untuk memanipulasi data untuk masuk dalam  Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS). “Data yang masuk ke PDSS memang murni hasil kerja keras siswa, pihak sekolah sulit memanipulasi,” tutur dia.

    Untuk tahapan SNMPTN, sekolah terlebih dahulu mengisi data siswa di PDSS. Baru kemudian dilakukan proses penyeleksian melalui nilai rapor dan juga portofolio akademik. Tugas kepala sekolah melakukan verifikasi siswa yang didaftarkan SNMPTN.

    Handoyo menambahkan kepala sekolah sudah diingatkan pemerintah untuk menyampaikan data riil. “Jangan dimanipulasi, data yang ada,” kata dia. (Benny Silalahi, James Manullang)