Hampir Seratus Pendatang di Bali Disidang Tipiring

Di Karawang, pendataan dan razia pendatang juga dilakukan

  • RAZIA-Ilustrasi petugas memeriksa data warga saat razia kependudukan di kawasan Ubung, Denpasar, Bali, beberapa waktu lalu.  ANTARA FOTO/Fikri Yusuf 
    RAZIA-Ilustrasi petugas memeriksa data warga saat razia kependudukan di kawasan Ubung, Denpasar, Bali, beberapa waktu lalu.  ANTARA FOTO/Fikri Yusuf 

    BADUNG – Pasca-mudik Hari Raya Idul Fitri biasanya memang diikuti oleh gelombang urbanisasi dari daerah bersama arus balik. Sejumlah daerah merancang berbagai tindakan meminimalkan berbagai efek urbanisasi ini. Di Badung, Bali, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Badung, Bali, bersama Dinas Perhubungan, Kepolisian dan Dinas Catatan Sipil setempat menggelar sidang tindak pidana ringan (tipiring) kepada pendatang tanpa identitas di Terminal Mengwi, Badung.

    "Sejak hari Senin (18/6) hingga hari ini kami telah berhasil menjaring 94 penduduk pendatang tanpa identitas. Khusus untuk hari ini, kami menjaring 27 orang dan langsung disidangkan," ujar ujar Kepala Satpol PP Kabupaten Badung I.G.A.K Suryanegara, Kamis (21/6).

    Kegiatan sidang tipiring tersebut dipimpin oleh Hakim Pengadilan Negeri Denpasar, I Gusti Ngurah Partha Bargawa yang didampingi Panitera, I Ketut Adiun beserta Jaksa Eriek Sumyanti dan Wahyu Agastya.

    Suryanegara yang dikutip dari Antara, menjelaskan bahwa sidang tipiring tersebut merupakan salah satu upaya untuk memberi efek jera kepada para pendatang yang datang ke Bali tanpa dilengkapi identitas agar kesalahan yang dilakukan tidak diulang kembali.

    “Kegiatan ini kami lakukan untuk mengantisipasi penduduk pendatang tanpa dilengkapi identitas kependudukan yang akan masuk wilayah Bali," tuturnya.

    Ia menambahkan, pihaknya terus melakukan pemeriksaan terhadap penumpang bus yang tiba di Terminal Mengwi sejak terjadinya peningkatan arus balik yang membludak di Terminal Mengwi. Suryanegara juga memastikan, razia dan penertiban administrasi kependudukan khususnya kepada penduduk pendatang akan terus dilakukan. "Kami secara masif akan bersinergi dengan linmas di masing-masing desa dan kelurahan untuk melaksanakan penertiban administrasi kependudukan terutama," ujarnya.

    Dominasi Pendatang
    Di Karawang, petugas gabungan dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil serta Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Kamis, menggelar operasi yustisi di Terminal Klari, sebagai upaya pengendalian penduduk pasca-lebaran.

    Dalam operasi yustisi ini petugas memeriksa kartu identitas berupa kartu tanda penduduk (KTP) masyarakat yang turun dari bus. Diperkirakan akan ada ribuan warga pendatang dari beberapa daerah yang masuk ke Karawang.

    "Operasi yustisi ini digelar dalam rangka meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat pendatang tentang administrasi kependudukan," kata Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Karawang, Yudi Yudiawan di Karawang, Kamis.

    Ia tak menafikan, operasi yustisi digelar untuk mengantisipasi lonjakan penduduk di Karawang. Pihaknya berkoordinasi dengan instansi terkait yaitu Satpol PP sebagai penegak perda dalam melakukan operasi itu.

    Berdasar  catatan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Karawang menyebutkan selama tiga tahun terakhir, jumlah pendatang baru didominasi pencari kerja dengan perbandingan 60 pendatang dan 40 penduduk Karawang. Data sejak Januari hingga Juni jumlah pendatang yang lapor sekitar 11.600 orang dan diprediksi hingga akhir tahun 2018 jumlah pendatang akan mencapai angka 32 ribu.

    "Setiap tahun jumlah pendatang yang datang ke Karawang terus naik secara signifikan," kata Yudi.(Rikando Somba)