Dua Pembakar Polres Teroris Pendukung ISIS

Kapolri perintahkan Kapolda Sumatera Barat membentuk tim segera mengungkap kasus ini sampai ke jaringan-jaringannya, melibatkan Detasemen Khusus 88 antiteror

  • Petugas pemadam kebakaran, memadamkan api yang membakar Polres Dharmasraya, Sumatera Barat, Minggu (12/11) dini hari. Seluruh bangunan Markas Kepolisian Resor Dharmasraya ludes terbakar setelah dibakar oleh dua orang tidak dikenal pada Minggu dini hari sekitar pukul 02.30 WIB, dan kedua tersangka akhirnya ditembak mati petugas karena melakukan perlawanan. ANTARA FOTO/Eko Pangestu/Ief/aww/17.
    Petugas pemadam kebakaran, memadamkan api yang membakar Polres Dharmasraya, Sumatera Barat, Minggu (12/11) dini hari. Seluruh bangunan Markas Kepolisian Resor Dharmasraya ludes terbakar setelah dibakar oleh dua orang tidak dikenal pada Minggu dini hari sekitar pukul 02.30 WIB, dan kedua tersangka akhirnya ditembak mati petugas karena melakukan perlawanan. ANTARA FOTO/Eko Pangestu/Ief/aww/17.

    JAKARTA – Dua pembakar Polres Dharmasraya, Sumatera Barat, Minggu (12/11) ditembak mati. Kapolri Jenderal Tito Karnavian memastikan keduanya sementara termasuk dalam jaringan terorisme, khususnya Jamaah Anzar Daulah yang mendukung ISIS.

    Peristiwa kebakaran terjadi pada Minggu sekitar pukul 02.45 WIB dan menghanguskan seluruh bangunan utama Polres Dharmasraya. Api ditengarai berasal dari ruang belakang yang terletak antara Ruang Siwas dan Ruang Sitipol.

    "Petugas piket yang melihat ada asap tebal langsung berupaya memadamkan api sambil berteriak minta tolong," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigjen Pol Rikwanto kemarin.

    Diterangkan Rikwanto, salah seorang anggota pemadam kebakaran yang tiba di lokasi melihat dua orang berpakaian hitam yang memegang busur panah. Polisi yang mendapat informasi tersebut kemudian berusaha melakukan penyergapan. Namun kedua terduga teroris itu berupaya melawan dengan melepaskan beberapa anak panah ke arah polisi yang mengepung.

    "Petugas menembakkan peluru ke udara sebagai tanda peringatan. Tapi kedua orang tersebut tetap melawan sehingga akhirnya keduanya ditembak dengan timah panas," tukas Rikwanto.

    Barang bukti disita polisi dari tangan kedua terduga teroris yang tewas itu berupa sebuah busur panah, delapan anak panah, dua sangkur, sebilah pisau kecil, sebuah sarung tangan warna hitam, dan selembar kertas bertuliskan "Saudara kalian ABU Azzam Al Khorbily 21 Safar 1439 H di Bumi Allah".

    Sementara itu Kapolri menegaskan, Eka, salah satu dari dua pelaku penyerangan polisi serta pembakaran Polres Darmasraya diduga terlibat paham radikal saat berada di Sumedang. Ironisnya, Eka merupakan putera seorang anggota Polri berpangkat Ipda yang bertugas di Muara Bungu daerah Jambi yang berbatasan dengan Sumatera Barat.

    "Kasusnya polres dibakar, ada dua orang yang dicurigai membawa senjata tajam diduga pelaku pembakaran menyerang petugas saat itu tetapi keduanya dilumpuhkan dan ditembak mati," jelas Kapolri.

    Tito meyakinkan, polisi sudah mengidentifikasi kedua nama pelaku pembakaran tersebut. Dari keterangan orang tuanya, disampaikan kalau anak mereka pernah ke Sumedang dan kawin di sana. Diduga di sanalah yang bersangkutan terkena paham radikal. Hasil penyelidikan sementara mereka termasuk dalam jaringan terorisme Jamaah Anzar Daulah yang mendukung ISIS.

    "Saya sudah perintahkan Kapolda Sumatera Barat untuk membentuk tim segera mengungkap kasus ini sampai ke jaringan-jaringannya melibatkan Detasemen Khusus 88 antiteror," tandas Kapolri.

    Dalam kesempatan yang sama Kapolri mengungkapkan, Mabes Polri akan membantu proses restorasi dan rekonstruksi Polres yang terbakar.

    "Saya yakinkan bahwa situasi di sana sudah terkendali dan kasus ini menjadi pelajaran bagi jajaran Polri untuk semakin memperkuat sistem pengamanan internal, terutama pengamanan markas-markas polsek hingga polda, disamping melakukan pengejaran terhadap jaringan-jaringan ini," ujar Kapolri. (M Bachtiar Nur)