Debat Pamungkas Calon Walikota Bekasi Usung Kota Modern

Debat dilakukan di salah satu stasiun tv swasta di Jakarta agar tidak terjadi gesekan antarpendukung

  • Pekerja menyelesaikan proses pelipatan surat suara Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bekasi di kantor KPU Kota Bekasi, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (23/5). KPU Kota Bekasi mulai menyortir pelipatan surat suara sebanyak 1.470.858 lembar selama delapan hari kedepan untuk kesiapan logistik Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bekasi pada 27 Juni mendatang. ANTARA FOTO/Risky Andrianto
    Pekerja menyelesaikan proses pelipatan surat suara Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bekasi di kantor KPU Kota Bekasi, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (23/5). KPU Kota Bekasi mulai menyortir pelipatan surat suara sebanyak 1.470.858 lembar selama delapan hari kedepan untuk kesiapan logistik Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bekasi pada 27 Juni mendatang. ANTARA FOTO/Risky Andrianto

    BEKASI – Dua pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bekasi, Jawa Barat akan beradu gagasan seputar konsep kota modern dalam ajang debat yang dilaksanakan Rabu (20/6) malam ini.  

    “KPU Kota Bekasi memutuskan tema yang akan dibahas pasangan kandidat Rahmat Effendi-Tri Adhianto serta Nur Supriyanto-Adhy Firdaus seputar gagasan Mewujudkan Kota Modern, Ramah, dan Aksesibel,” kata Komisioner KPU Kota Bekasi Nurul Sumarheni, Rabu (20/6), seperti dikutip dari Antara.

    Menurut dia, penentuan tema tersebut adalah rangkuman tema lain yang sudah dibahas pada pelaksanaan debat pertama dan kedua beberapa waktu lalu. KPU berharap, kandidat mampu mengeksplorasi gagasannya demi menjadikan Kota Bekasi sebagai kota yang nyaman bagi setiap generasi dan kalangan.

    Empat panelis telah dipilih KPU Kota Bekasi untuk meramaikan debat tersebut. Mereka adalah ahli tata ruang dari Universitas Trisakti Yayat Supriyatna, Wakil Ketua Ombudsman RI Lely Pelitasari Soebekty, Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia Putu Elvina, dan Mahmud Fasa dari Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia.

    Berbeda dengan dua putaran debat sebelumnya yang hanya disiarkan melalui radio, debat pamungkas kandidat Pilkada Kota Bekasi 2018 putaran ketiga ini akan disiarkan secara langsung di salah satu stasiun tv swasta.

    Komisi Pemilihan Umum Kota Bekasi pun akan menggelar acara nonton bareng debat kandidat demi mendongkrak partisipasi pemilih.

    Nurul mengatakan, semula KPU Kota Bekasi berencana menggelar debat di Kota Bekasi, tapi disiarkan langsung di televisi. Namun, demi pertimbangan kelancaran jalannya debat, akhirnya diputuskan debat digelar di studio Metro TV, tapi akan ada acara nonton bareng di Kota Bekasi.

    “Pertimbangan utamanya, menghindari gesekan antarpendukung masing-masing kandidat. Jadi lebih baik diselenggarakan di luar Kota Bekasi,” ujar Nurul.

    Selain menggelar nonton bareng di lapangan Kantor Kecamatan Bekasi Timur, Nurul berharap warga juga menggelar nonton bareng bersama keluarga dan kerabat.

    “Harapannya, dengan menyaksikan debat, warga mendapatkan gambaran, juga kian yakin dengan pilihannya. Sehingga mantap datang ke Tempat Pemungutan Suara 27 Juni 2018 untuk mempergunakan suaranya,” tandas Nurul. (Zsazya Senorita)