Dana Kelolaan Reksa Dana Tumbuh Lebih dari 4% pada Januari

Hingga Januari lalu angka kelolaan produk investasi dana mencapai Rp457,11 triliun

  •  Ilustrasi reksadana. antara foto/puspa perwitasari.
    Ilustrasi reksadana. antara foto/puspa perwitasari.

    JAKARTA – Animo untuk berinvestasi melalui reksa dana kian menanjak. Salah satunya dapat terlihat dari bertumbuhnya dana kelolaan reksa dana. Berdasarkan rilis dari PT Infovesta Utama, perusahaan jasa penyedia informasi dan riset, ada pertumbuhan sebesar 4,33% untuk kelolaan produk investasi reksa dana pada Januari lalu dibandingkan posisi di akhir tahun 2017.

    "Jumlah dana kelolaan reksa dana pada bulan Januari 2018 di luar jenis penyertaan terbatas dan denominasi dolar AS," papar analis PT Infovesta Utama Viliawati di Jakarta, Selasa (13/2), seperti dilansir Antara.

    Tercatat, hingga Januari lalu angka kelolaan produk investasi dana mencapai Rp457,11 triliun. Ia menyampaikan, reksa dana jenis saham dan pasar uang menjadi kontributor terbesar pertumbuhan dana kelolaan pada periode itu. Pertumbuhan dana kelolaan tersebut didukung oleh unit penyertaan reksa dana yang juga meningkat 3,95% dari posisi akhir tahun 2017.

    Tidak hanya reksa dana bertipe denominasi rupiah, Viliawati mengungkapkan, reksa dana denominasi dolar Amerika Serikat (AS) juga bertumbuh. Hanya saja peningkatannya lebih kecil, yakni 2,63% dibandingkan nilainya pada akhir Desember 2017.

    Pertumbuhan ini didukung oleh reksa dana pendapatan tetap denominasi dollar AS yang mengalami pertumbuhan hingga 20,36%. Sementara di sisi lain, terdapat jenis reksa dana denominasi dolar AS yang mengalami penyusutan. Yang paling mencolok adalah dana kelolaan reksa dana pendapatan tetap denominasi AS yang menurun 23,79% secara month to month.

    Sedikit berbeda, berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), nilai dana kelolaan reksa dana secara total pada Januari lalu mencapai Rp476,75 triliun. Jumlah dana kelolaan yang paling tinggi adalah reksa dana terproteksi yang mencapai nilai Rp127,35 triliun atau setara 26,71% dari total dana kelolaan investasi reksa dana.

    Secara month to month dengan sandingan angka pada Desember 2017, terjadi pertumbuhan nilai dana kelolaan sebesar 4,21%. Pasalnya pada pengujung tahun lalu, jumlah dana kelolaan reksa dana yang tercatat OJK berada di angka Rp457,50 triliun.

    Pada periode lalu, kelolaan reksa dana saham tetap mendominasi dengan angka Rp120,85 triliun atau setara 26,42% dari total dana kelolaan reksa dana.

    Terkait dengan kinerja reksa dana dalam periode 2—9 Februari 2018, data Infovesta Utama menunjukkan, mayoritas indeks reksa dana membukukan kinerja negatif. Hanya indeks reksa dana pasar uang yang mampu mencatatkan kenaikan.

    "Koreksi yang cukup dalam dialami oleh indeks reksa dana saham dan indeks reksa dana campuran yang turun 2,74% dan 1,49%. Indeks reksa dana pendapatan tetap terkoreksi 0,30%," papar Viliawati.

    Penurunan pada mayoritas indeks reksa dana itu, ia melanjutkan, diakibatkan tertekannya pasar saham dan obligasi pemerintah pada periode itu. Hanya obligasi korporasi yang masih mampu membukukan penguatan tipis. (Teodora Nirmala Fau)