CHA, Setiap Putusan Harus Akuntabel dan Kredibel

Keputusan hakim tidak hanya untuk dirinya sendiri

  • Gedung Mahkamah Agung. ANTARA FOTO/Rosa Panggabean
    Gedung Mahkamah Agung. ANTARA FOTO/Rosa Panggabean

    JAKARTA – Calon Hakim Agung (CHA) Periode II Tahun 2017-2018 dari Kamar Perdata mengatakan setiap putusan hakim dalam setiap perkara haruslah putusan yang akuntabel dan memiliki kredibilitas sehingga dapat dipertanggungjawabkan dan dapat dipercaya .

    “Kredibilitas itu adalah sebuah makna, bisa melalui sebuah proses dan putusan akuntable itu harus dapat dipertanggungjawabkan kepada para pihak, masyarakat, keilmuan dan kepada Tuhan. Sehingga harus dilandasi pertimbangan hukum yang kuat dan logis serta masuk akal,” ujar Yumal dalam seleksi wawancara terbuka untuk CHA di Jakarta, Rabu (16/5).

    Hal itu dikatakan ketika menjawab pertanyaan terkait misi Makamah Agung (MA) dalam meningkatkan kredibilitas, transpirasi dan pandanganya tentang putusan yang akuntabel.

    Yulman berpendapat bahwa hakim sudah berupaya untuk meningkatkan kualitas pengadilan sehingga memberi kesan kreadibel di hadapan pencari keadilan. Dia juga menilai keputusan yang dikeluarkan hakim tidak hanya untuk dirinya sendiri. Tapi juga banyak pihak yang harus dipertanggungjawabkan.

    Wawancara ini adalah rangkaian akhir dari proses seleksi Calon Hakim Agung oleh anggota Komisi Yudisial dan panel ahli yang terdiri atas mantan hakim agung, pakar dan negarawan.

    Tim panel ahli yang terlibat dalam wawancara tersebut yaitu, Bagir Manan dari unsur negarawan, kemudian Ahmad Kamil sebagai ahli kamar agama. Lalu ada Iskandar Kamil ahli untuk kamar militer, Soeharto ahli untuk kamar pidana dan Mohammad Saleh ahli untuk kamar perdata.

    Seleksi ini untuk mengisi kekosongan delapan jabatan hakim agung di MA yang terdiri dari  satu orang di kamar agama. Kemudian tiga orang di kamar perdata, satu orang di kamar pidana, dua orang di kamar militer dan satu orang kamar tata usaha negara yang memiliki keahlian hukum perpajakan.

    Nama-nama yang lolos dalam seleksi Calon Hakim Agung adalah Abdul Manaf, Cholidul Azhar dan Imron Rosyadi. Dari kamar agama yaitu Pri Pambudi Teguh dan Yulman. Dari kamar perdata Bambang Kriswan dan Syamsul Bahri sedangkan dari kamar pidana dan Tama Ulinta Br. Tarigan dari Kamar Militer. Kesemuanya merupakan calon dari jalur karier.

    Proses seleksi wawancara calon hakim agung yang berlangsung selama dua hari, Senin-Selasa, 14-15 Mei 2018. (Annisa Dewi Meifira)