BPOM Ambon Sita Ribuan Makanan Kemasan Kedaluwarsa

BPOM Ambon terus mengawasi untuk menjamin peredaran makanan aman dan sehat

  •  Ilustrasi. Makanan Kadarluasa. (Pixabay)
    Ilustrasi. Makanan Kadarluasa. (Pixabay)

    AMBON – Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Ambon menemukan 1.469 kemasan pangan Tanpa Izin Edar (TIE) di kota Ambon dan Kabupaten Buru Selatan, Rabu (16/5) kemarin. Adapun kemasan pangan kedaluwarsa ini terdiri dari minumam ringan serbuk dalam bentuk saset, biskuit dan mi instan.

    Kepala BPOM Ambon, Hariani mengatakan, sejumlah makanan tersebut kini sudah diamankan petugas untuk diperiksa lebih lanjut. Selain itu, BPOM juga akan menelusuri pelaku usaha yang menjual makanan tanpa izin edar ini.

    “Hasil pengawasan yang dilakukan BPOM hingga Kamis ditemukan sebanyak 1.469 kemasan pangan TIE sebanyak 53 item atau 1.469 kemasan, pangan kedaluwarsa 17 item atau 425 kemasan,’ kata Hariani seperti dikutip dari Antara, Kamis (17/5).

    Dia melanjutkan, temuan di lapangan juga didominasi pangan sudah habis masa kedaluwarsanya dan juga yang belum dilakukan pendaftaran ulang tetapi masih beredar di Maluku.

    "Tetapi jika izin edar sudah tidak berlaku juga diamankan dan tidak dimusnahkan guna dilakukan pengecekan masa izin edar sudah habis atau dalam proses perpanjangan," ujar dia.

    Hariani menjelaskan, syarat makanan terjamin saat beredar di masyarakat adalah memiliki izin edar, jika tidak maka belum dapat dipastikan makanan tersebut aman dan sehat. Tetapi jika sudah memiliki izin edar pun makanan tersebut belum bisa dijamin aman jika masa edarnya habis.

    Selanjutnya pihak BPOM Ambon akan terus melakukan pengawasan untuk menjamin makanan yang dijual pelaku usaha aman dan sehat. Setelah itu, BPOM juga akan melakukan pengujian di laboratorium, untuk memastikan apakah makanan tersebut tidak mengandung bahan berbahaya ataupun mikroba yang melebihi ambang batas.

    “Kami akan terus mengawasi dan mencari informasi lebih,” tegasnya.

    Ia menambahkan, pihaknya akan menindak pelaku usaha yang menjual pangan kedaluarsa, berupa teguran untuk tidak lagi menjual pangan Kedaluwarsa, dan jika ditemukan lagi maka akan dilakukan diproses hukum.

    "Sanksi awal diberikan teguran agar pengelola memperhatikan produk yang akan dijual, tetapi jika dalam pengawasan masih ditemukan lagi, maka kami akan melakukan proses hukum," tandasnya. (Benny Silalahi)