Angkasa Pura Ingatkan Becanda Bom Ada Sanksi 15 Tahun Bui

Petugas Bandara Minangkabau amankan TNI yang becanda bawa bom

  • Ilustrasi Wings Air. ANTARA FOTO/izaac mulyawan
    Ilustrasi Wings Air. ANTARA FOTO/izaac mulyawan

    PADANG – General Manager PT Angkasa Pura II Bandara Internasional Minangkabau Dwi Ananda mengingatkan, siapa pun yang bercanda membawa bom di bandara atau pesawat dapat dikenakan hukuman penjara maksimal hingga 15 tahun penjara. Hukuman ini berdasarkan Undang-undang (UU) Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan.

    Dilansir dari Antara, Dwi mengatakan bila tindakan yang dilakukan terbukti membahayakan keselamatan penerbangan maka dapat dikenakan sanksi satu tahun penjara. Kemudian, jika tindakan itu terbukti menyebabkan kecelakaan bisa diancam hukuman kurungan hingga delapan tahun penjara.

    "Akan tetapi semua itu tergantung hasil penyidikan yang dilakukan penegak hukum," kata Dwi, d Padang Pariaman, Selasa (12/6).

    Angkasa Pura II, kata dia, telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang larangan bercanda membawa bom di bandara. Meski demikian, ia mengakui, langkah memang tak dapat menghentikan masyarakat untuk bercanda hal serupa sepenuhnya.

    Menurut dia, salah satu upaya pencegahan yang efektif adalah dengan penerapan sanksi agar muncul efek jera di masyarakat. Dari beberapa kejadian pelaku bukanlah orang biasa karena memiliki pendidikan tinggi.

    Dalam berita, pada Senin 11 Juni 2018 seorang penumpang pesawat Wings Air atas nama Nanda Satrya yang berangkat dari Aceh menuju Medan transit di Padang diamankan aparat keamanan gabungan di Bandara Internasional Minangkabau karena bercanda membawa bom dalam barang bawaan. Nanda merupakan penumpang Wings Air yang berangkat

    Ketika sudah berada di pesawat Wings Air IW1293, seorang Pramugari menanyai Nanda terkait isi di dalam kardus yang dibawanya. Nanda mengatakan bahwa kardus tersebut berisi bom. Seketika, pramugari itu langsung melapor ke pilot.

    Akibat kejadian itu, pilot dan seluruh penumpang diturunkan karena harus dilakukan pemeriksaan ulang barang bawaan. Ternyata berdasarkan hasil pemeriksaan kardus milik pelaku berisi kopi dan ransum.

    Akhirnya pelaku yang merupakan oknum prajurit TNI itu dibawa ke Posko Pengamanan Bandara oleh petugas Avsec Angkasa Pura II dan satuan TNI-POLRI yang BKO di BIM. Setelah petugas Avsec memeriksa ulang penumpang serta bagasi dan setelah dinyatakan clear, pesawat kembali diterbangkan menuju Jambi.

    "Oknum TNI tersebut saat ini sudah diserahkan ke Polisi Militer TNI untuk diproses lebih lanjut sesuai aturan," jelas Dwi. (James Manullang)