Alfamart Siap Bantu Kembangkan Warung Tradisional

Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita menekankan, ritel modern dan perbankan harus bahu-membahu, menopang tumbuh dan berkembangnya warung sebagai bagian dari kebijakan pemerintah guna mengatasi ketimpangan yang terjadi di sektor ritel

  • Indomaret bersebelahan dengan Alfamart. (www.wajibbaca.com)
    Indomaret bersebelahan dengan Alfamart. (www.wajibbaca.com)

    JAKARTA – Mencari minimarket kini bukanlah hal yang sulit dilakukan. Di hampir tiap pertigaan atau perempatan jalan di kota-kota besar maupun menengah, peritel modern ini mudah ditemui. Keberadaannya tentu memudahkan masyarakat untuk mencari berbagai kebutuhan rumah tangga tiap waktu. Namun ekses negatifnya, keberadaan warung-warung tradisional menjadi terpinggirkan.

    Warung-warung tradisional yang masih bersifat usaha mikro memang rentan gulung tikar apabila mendapat saingan baru. Masih minimnya akses permodalan mereka menjadi salah satu penyebabnya. Padahal di sisi lain, menurut peneliti dari Institute for Development of Economics and Finance, Eko Listiyanto, beberapa waktu yang lalu, ketimpangan akibat jumlah penduduk yang meningkat dengan lapangan kerja yang terbatas pada akhirnya memunculkan banyak usaha mikro, di antaranya warung-warung tradisional.

    Dalam laporan Data Bulanan Sosial Ekonomi 2017, Badan Pusat Statistik (BPS) sebenarnya sudah mengindikasikan adanya peningkatan jumlah usaha di Indonesia sebesar 17,51% dari satu dasawarsa terakhir, yakni kurun 2006—2016. Jika di tahun 2006 jumlah usaha di Indonesia tercatat ada 22,73 juta unit. Maka di 2016, jumlahnya melonjak menjadi 26,71 juta unit.

    “Tapi masih banyak yang tergolong usaha mikro kecil (98,33%), kayak orang buat warung atau tukang tambal. Mereka sulit berkembang karena bersifat informal,” ujarnya kepada Validnews.

    Menyadari akan hal ini, Kementerian Perdagangan menggandeng pelaku-pelaku usaha ritel modern serta pihak perbankan untuk membantu memberdayakan warung tradisional. Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita menekankan, ritel modern dan perbankan harus bahu-membahu, menopang tumbuh dan berkembangnya warung sebagai bagian dari kebijakan pemerintah guna mengatasi ketimpangan yang terjadi di sektor ritel.

    Berdasarkan data Nielsen Indonesia, pada tahun 2014 terdapat lebih dari 3 juta warung yang harus mendapat perhatian serius dari seluruh pemangku kepentingan. Ritel modern pun dianggap sebagai pemicu dari persaingan yang tidak sehat dengan warung.  

    “Pemerintah menaruh perhatian serius terhadap keberlangsungan usaha 3 juta warung yang tidak mampu bersaing dengan ritel modern. Untuk itu, saya meminta kepada seluruh pelaku usaha ritel modern dalam semua format untuk wajib ikut membantu keberadaan warung tradisional,” tutur Enggar dalam siaran persnya, Sabtu (18/11).

    Gayung bersambut. Per hari ini, Alfamart sebagai salah satu ritel modern telah menjalin kesepakatan kerja sama dengan perbankan (BNI, BRI, Bank Mandiri, BCA, BRI Syariah, Bank Syariah Mandiri, Bank Sinarmas) dalam pemberdayaan warung tradisional. Penyuplai Alfamart juga turut berperan menyukseskan program ini.

    Sebelumnya di awal November lalu, Indogrosir telah mengambil langkah serupa.

    PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk selaku pengelola lebih dari 13.000 gerai Alfamart siap menjalankan kemitraan dengan warung tradisional. Bahkan ritel modern ini akan membantu merevitalisasi warung tradisional di berbagai daerah di Indonesia.

    "Kementerian Perdagangan mengapresiasi langkah yang diambil Alfamart yang merupakan wujud nyata kepedulian sekaligus keberpihakan ritel modern dan perbankan dalam pemberdayaan warung tradisional dan pelaku UMKM, serta menciptakan ekonomi berkeadilan," tegas Enggar dalam penyerahan bantuan modal dari perbankan kepada warung tradisional hari ini di Kantor Pusat Alfamart, Tangerang.

    Roy Mandey selaku Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO) pun ikut mendukung sepenuhnya program kemitraan antara ritel modern, perbankan, dan warung tradisional. Pada acara ini, penyerahan bantuan modal dilakukan secara simbolis oleh BNI, BRI, Bank Mandiri, BCA, BRI Syariah, Bank Syariah Mandiri, serta Bank Sinarmas kepada warung tradisional. 

    "Dengan dukungan berbagai pihak, tentunya akan lebih banyak warung tradisional yang bisa dirangkul melalui program kemitraan ini. Lebih dari itu, kami berharap program ini tidak hanya menjadi besar, tetapi juga berkelanjutan," ucap Roy. (Teodora Nirmala Fau)