Akhir Tahun, Pemerintah Gaungkan Swasembada Empat Komoditas

Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan, sebelumnya Indonesia mengimpor komoditas pangan seperti jagung dan bawang setiap tahunnya. Namun perhari ini ia memastikan tidak ada lagi impor

  • Menteri Pertaniam Amran Sulaiman. mediacenter.temanggungkab.go.id
    Menteri Pertaniam Amran Sulaiman. mediacenter.temanggungkab.go.id

    LAMPUNG TIMUR- Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan mulai awal tahun 2018 atau sekitar 45 hari dari saat ini, Indonesia akan kembali mengaungkan swasembada pangan. Empat komoditas yang menjadi sasaran swasembada adalah beras, cabai, jagung dan bawang.

    "Dulu kita ragu bisa swasembada pangan tapi beberapa hari lagi tinggal menghitung hari sekitar 40 atau 45 hari lagi, tepatnya 31 Desember 2017 kita bisa gaungkan swasembada empat komoditas pangan beras, cabai, jagung dan bawang dalam waktu bersamaan," kata Amran saat kegiatan panen padi di Desa Mandala Sari, Kecamatan Mataram Baru, Kabupaten Lampung Timur, Jumat (10/11) seperti dikutip Antara.

    Menurut Amran, capaian swasembada pangan adalah berkat kerja semua pihak seperti TNI, polisi, para penyuluh pertanian, petani dan pemerintah. Dia pun mengapresiasi para penyuluh pertanian yang terus membantu para petani. "Terima kasih kepada TNI dan penyuluh yang membantu petani," serunya.

    Amran juga mengatakan sebelumnya Indonesia mengimpor pangan seperti jagung dan bawang setiap tahunnya, namun hari ini tidak ada lagi impor. "Hari ini nol, tidak ada impor," klaim Amran.

    Berkat capaian swasembada pangan itu, menurutnya, sekarang Indonesia menjadi incaran negara luar untuk belajar pertanian. "Saya baru pulang dari Thailand dan Malaysia, mereka bertanya kepada kita apa yang dilakukan Pemerintah Indonesia. Sekarang mereka ingin belajar kepada kita," imbuhnya.

     


    Lumbung Pangan
    Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian sendiri yakin Indonesia tengah berupaya keras mewujudkan cita-cita sebagai lumbung pangan dunia pada 2045. Provinsi Jawa Barat pun dinilai masih menjadi kontributor terbesar dalam pencapaian swasembada pangan nasional dan penyedia stok beras nasional.

    "Kami bercita-cita tahun 2045 Indonesia sebagai lumbung pangan dunia dan saya yakin saat ini Jawa Barat adalah kontributor terbesar untuk pencapaian swasembada pangan kita," kata Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian Agung Hendriadi saat Peringatan Hari Pangan Sedunia ke-37 tingkat Jabar di area Stadion Pakansari Cibinong Bogor, Kamis.

     

     

    Agung mengatakan Jabar adalah penyangga pangan terbesar untuk DKI Jakarta dan sekitar 25-30% protein hewani nasional juga dihasilkan dari Jabar dan menyumbang 40% komoditas holtikultura nasional.

    "Dan yang tidak kalah pentingnya Jabar adalah penyumbang beras nasional terbesar, tidak hanya itu tapi juga stok pangan nasional dalam hal ini beras. Apresiasi dari kami bagi pemerintah daerah dan para pelaku pertanian di Jabar," tuturnya.

    Menurutnya, Indoensia telah sukses merealisasikan swasembada padi, bawang merah, dan cabai pada 2016. Kedepan, pemerintahpun dikatakannya makin yakin menargetkan swasembada sejumlah komoditas pangan lainnya. “Ada target swasembada gula konsumsi dan bawang putih pada 2019," lanjutnya.  

    Kemudian pada 2020, diharapkan target swasembada kedelai tercapai. Adapun di Tahun 2025 ada target swasembada gula industri dan daging sapi pada 2026. (Faisal Rachman)