Acuhkan Maklumat, KKB Tembak Karyawan Freeport

Masyarakat masih terisolasi karena diantara kampung-kampung itu dengan Tembagapura dikuasai oleh KKB

  • Petugas dari satuan Brimob berjaga di area tambang terbuka PT Freeport Indonesia di Timika, Papua. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
    Petugas dari satuan Brimob berjaga di area tambang terbuka PT Freeport Indonesia di Timika, Papua. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

    JAKARTA – Sehari pasca dikeluarkannya maklumat dari Polda Papua, kelompok kriminal bersenjata (KKB), Selasa (14/11) melakukan penyerangan terhadap karyawan PT Freeport. Seorang karyawan bernama Totok Sadewo terluka tembak akibat penyerangan itu.

    Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal menceritakan peristiwa berlangsung sekitar pukul 08.15 WIT di mile 69, kawasan tambang di Tembagapura, Kabupaten Mimika. KKB jelas Kamal menembak kendaraan operasional PT Freeport Indonesia nomor lambung 01-4887 dan mengenai korban yang berada di dalamnya.

    "Korban terluka dan sudah ditangani tim medis. Selain menggenai korban aksi penembakan yang dilakukan KKB juga menggenai badan mobil," kata Kamal dikutip dari Antara.

    Kapolres Mimika, Papua AKBP Victor Dean Mackbon memastikan kendati KKB melakukan gangguan namun operasional perusahaan tambang PT Freeport Indonesia di Tembagapura masih berjalan normal.

    "Kalau operasi pertambangan PT Freeport tidak ada masalah, masih kondusif. Cuma yang terjadi permasalahan atau dampak dari keberadaan KKB yaitu di beberapa kampung sekitar Tembagapura terutama Banti dan Kimbeli. Masyarakat di sana masih terisolasi karena diantara kampung-kampung itu dengan Tembagapura dikuasai oleh KKB," kata AKBP Victor.

    Menurut Victor, saat ini seribuan warga sipil di kampung-kampung itu masih beraktivitas seperti biasa. Hanya ruang gerak untuk bisa bepergian secara bebas ke Tembagapura yang dibatasi oleh KKB. Sejak beberapa hari lalu, aparat ucapnya, menyediakan barang-barang kebutuhan pokok bagi masyarakat sekitar Tembagapura yang mengaku kekurangan bahkan kehabisan stok bahan makanan.

    Warga dapat mengambil bahan kebutuhan pokok itu dengan berjalan kaki ke dekat Kantor Polsek Tembagapura. Pelayanan kesehatan juga disigakan untuk membantu masyarakat setempat.

    Alat Subkontraktor
    Sementara terkait pengrusakan jalan yang menghubungkan Tembagapura menuju Kimbeli dan Banti, Kabid Humas Polda mengungkapkan peralatan berat yang dipakai diketahui milik salah satu perusahaan subkontraktor PT Freeport. Perusahaan tersebut selama ini membantu perusahaan dalam pembangunan di wilayah Tiga Desa sekitar Tembagapura yaitu Waa-Banti, Aroanop dan Tsinga.

    "Ada perusahaan subkontraktor yang bekerja di wilayah Tiga Desa di Banti, alat berat mereka itu yang digunakan oleh salah seorang stafnya untuk menggali dan merusak akses jalan ke Banti," jelas Kombes Kamal.

    Polisi kata Kamal, masih menelusuri apakah staf perusahaan subkontraktor itu tergabung dalam KKB atau tidak. Dugaan sementara, pengrusakan jalan untuk menghalangi kehadiran rekan-rekan anggota yang hendak menuju beberapa lokasi di sana.

    Sebelumnya, Kapolda Papua Irjen Boy Rafli Amar melalui maklumat yang disebarkan kemarin memerintahkan KKB segera meletakkan senjata api dimiliki dan meyerahkan diri kepada aparat penegak hukum yang tersebar di Kampung Banti, Distrik Tembagapura. Sekitar 1.500 selebaran maklumat Kapolda Papua Nomor B/MKLMT/01/XI/2017 tanggal 12 November 2017 itu disebar menggunakan helikopter sejak pukul 8.45 hingga pukul 10.00 WIT.

    Ultimatum bahkan disampaikan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian menanggapi penyanderaan yang dilakukan KKB. Langkah tegas dibantu TNI dipastikannya akan diambil dalam menegakkan ketertiban dan keamanan masyarakat di wilayah Utikini dan Banti, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika di Provinsi Papua bila langkah persuasif mengalami jalan buntu.

    "Kita mempersiapkan pasukan Polri dan TNI di sana, dan saya sudah diskusi dengan Panglima TNI, nantinya ketika langkah persuasif tidak bisa ketemu atau deadlock maka tidak ada jalan lain dimana negara perlu melakukan tindakan-tindakan dalam rangka menegakkan kembali ketertiban dan keamanan, serta menegakkan hukum," ujar Kapolri kemarin.

    Dalam tiga pekan terakhir, diketahui KKB wilayah Tembagapura memiliki sekitar 35 pucuk senjata api dengan perkiraan pengikut seratus orang.

    Kelompok ini telah menguasai sejumlah perkampungan di sekitar Tembagapura mulai dari Utikini Lama, Kimbeli, Waa-Banti, Opitawak hingga ke Aroanop. Ayuk Waker sebagai pimpinan KKB wilayah Tembagapura diduga sebagai dalang dari serangkaian aksi kekerasaan di wilayah tersebut. (M Bachtiar Nur)