Lima Persen Penduduk Jakarta Terkontaminasi Narkoba

17.300 kasus penyalahgunaan narkoba ditemukan di 2016, di mana 20% diantaranya masih berstatus pelajar

  • Ilustrasi gerakan anti narkoba sejumlah anak sekolah dsar. (ANTARAFOTO/Zabur Karuru)
    Ilustrasi gerakan anti narkoba sejumlah anak sekolah dsar. (ANTARAFOTO/Zabur Karuru)

    JAKARTA – Lebih dari 500 ribu orang di Jakarta menjadi pengguna narkotika dan obat-obatan terlarang. Dengan proyeksi Badan Pusat Statistik (BPS) yang menyimpulkan angka penduduk Jakarta mencapai 10.177.924 jiwa di tahun 2017, setidaknya 5% warga ibu kota yang terkontaminasi narkoba dan obat-obatan terlarang.

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan data tersebut telah dikonfirmasi oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DKI Jakarta.

    "Diperkirakan lebih dari 500 ribu orang sekarang pengguna narkoba, 40% adalah karyawan, 20% adalah siswa, ini informasi dari BNNP DKI," kata Anies, dikutip dari Antara, Selasa (14/11).

    Anies menyampaikan, secara statistik pengguna narkoba di Jakarta mengalami peningkatan. Di tahun 2014, penyalahgunaan narkoba ditemukan berjumlah 12.929 kasus dan meningkat drastis hingga di atas 30% di tahun 2016 dengan angka 17.300 kasus.

    Pemerinah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kata Anies tidak akan membiarkan lingkungan tempat tinggal menjadi lokasi peredaran narkoba. Pemprov juga akan berperan aktif bila terjadi pelanggaran terhadap penyalahgunaan narkoba.

    "Bila di situ ditemukan kami tidak akan memberikan kompromi, zero tolerance. Karena ini anak-anak kita, masa depan kita. Tidak ada orang tua yang menginginkan anaknya pergi pulang dalam kondisi terjerat masalah narkoba," ungkap Anies.

    Di Jakarta Timur, Pemerintah Kota (Pemkot) bersama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) berkomitmen untuk mencegah peredaran narkoba di wilayahnya. Sinergi Pemkot-BNN ini difokuskan pada lingkungan sekolah dan lingkup Aparatur Sipil Negara (ASN) Jakarta Timur yang berjumlah sekitar 16 ribu orang.

    "Untuk pencegahan kita lakukan sosialisasi di sekolah dan tes urine ASN di seluruh golongan," ujar Wali Kota Jakarta Timur Bambang Musyawardana pada Senin (13/11).

    Sesuai dengan rekomendasi BNN, dalam waktu dekat pihak Pemkot akan mengeluarkan surat edaran tentang pengawasan narkoba di lingkungan sekolah.

    Kepada Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNN Provinsi DKI Jakarta Khrisna Anggara menuturkan bahwa pihaknya telah melakukan tes urine terhadap sejumlah ASN di Kecamatan Cakung, Duren Sawit, Cipayung, Ciracas, Pulogadung, dan Kramat Jati.  (Dianita Catriningrum)