14 Negara Terbitkan Travel Advice untuk Indonesia

Travel advice atau peringatan keamanan ini terkait aksi teror bom di Surabaya dan Sidoarjo

  • Dua prajurit TNI AU bersiaga setelah penetapan status siaga satu Jakarta, di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (14/5). Polda Metro Jaya berkoordinasi dengan TNI untuk mengamankan sejumlah objek vital di Jakarta guna mencegah tindakan terorisme, pascaterjadi serentetan ledakan bom di Surabaya, Jawa Timur. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
    Dua prajurit TNI AU bersiaga setelah penetapan status siaga satu Jakarta, di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (14/5). Polda Metro Jaya berkoordinasi dengan TNI untuk mengamankan sejumlah objek vital di Jakarta guna mencegah tindakan terorisme, pascaterjadi serentetan ledakan bom di Surabaya, Jawa Timur. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

    JAKARTA – Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Guntur Sakti di Jakarta, Rabu (16/5), menyampaikan sebanyak 14 negara mengeluarkan travel advice bagi warga negaranya yang bepergian ke Indonesia. Travel advice adalah peringatan keamanan dikarenakan adanya teror bom di sejumlah wilayah di Indonesia.

    Travel advice ke-14 negara tersebut diunggah di laman resmi mereka. Isinya berupa imbauan untuk berhati-hati selama berada di Indonesia. Kendati demikian, tidak ada maksud untuk melarang kunjungan.

    “Sebanyak 14 negara telah mengeluarkan travel advice terkait aksi teror bom di Surabaya dan Sidoarjo per 16 Mei 2018 jam 14.55 WIB,” ujar Menpar kepada Antara.

    Negara-negara yang mengeluarkan imbauan tersebut, yaitu Inggris, Amerika, Australia, Hongkong, Selandia Baru, Singapura, Malaysia, Polandia, Irlandia, Kanada, Prancis, Filipina, Swiss dan Brazil.

    Dilansir dari laman resminya, pemerintah Inggris mengingatkan warganya memperhatikan keamanan secara berkala.

    Warga juga diminta untuk lebih waspada pada perayaan hari-hari besar negara. Untuk menghindari kemungkinan penculikan, pemerintah bahkan meminta warga untuk mengurangi kunjungan ke wilayah laut yang dinilai berbahaya, seperti lautan Sulawesi (Sulu and Celebes).

    Pemerintah Inggris dalam imbauannya juga menyampaikan kronologi singkat teror bom di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk jumlah korban dan kerugian yang harus ditanggung oleh negara.

    Sejalan dengan Inggris, pemerintah Singapura melalui laman resminya menyampaikan kronologi yang sama. Bedanya, mereka menyediakan kontak Kedutaan Besar Singapura di Indonesia dan Kementerian Luar Negeri di halaman imbauan. 

    Menpar Guntur sendiri tidak keberatan dan sangat menghargai keputusan negara-negara tersebut, toh bukan larangan berkunjung. Itu artinya Indonesia harus lebih meningkatkan keamanan karena pariwisata merupakan sektor yang penting.

    “Sebagai informasi pemerintah Indonesia juga pernah mengeluarkan travel advice untuk warga negara Indonesia di Prancis ketika terjadi serangan teror Charlie Hebdo pada 2015,” ujarnya. (Elisabet Hasibuan)