'Zero Tolerance' Diterapkan Untuk Amankan Asian Games

Pengamanan kepala negara peserta Asian Games ditangani TNI

  • MASKOT-Pegawai Istana berfoto dengan maskot Asian Games XVIII Bhin Bhin si burung Cendrawasih (Paradisaea Apoda) di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (14/5). I ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari 
    MASKOT-Pegawai Istana berfoto dengan maskot Asian Games XVIII Bhin Bhin si burung Cendrawasih (Paradisaea Apoda) di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (14/5). I ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari 

    JAKARTA – Diyakini, kepercayaan internasional akan segera pulih terhadap kemanan dalam negeri Indonesia, pasca munculnya sejumlah serangan teroris di Tanah Air. Pelaksanaan Asian Games 2018 menjadi salah satu tolok ukur keamanan ini. Karenanya, Indonesia menerapkan zero tolerance terhadap gangguan keamanan apapun di pelaksanaan perhelatan orlahraga internasional ini.

    "Sasaran yang dijadikan target pengamanan adalah penyelenggaraan itu sendiri dengan standar internasional zero tolerance di arena pertandingan, arena non-pertandingan, dan sejumlah lokasi lain," kata Wakil Ketua Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 (INASGOC) Sjafrie Sjamsuddin usai mengikuti rapat koordinasi pengamanan Asian Games di Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) di Jakarta, Kamis (17/5).

    Indonesia akan menerapkan prosedur pengamanan tanpa toleransi dalam persiapan hingga usai penyelenggaraan Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang yang berlapis yang berasal dari Kepolisian RI dan TNI. Pola pengamanan ini diberlakukan dalam bidang transportasi, lalu lintas serta teknologi informasi, termasuk penyelenggaraan Pawai Obor Asian Games yang akan dimulai pada 15 Juli 2018 di 18 provinsi.

    Wakil Kapolri Komjen Pol. Syafruddin yang juga hadir dalam rapat itu mengatakan Kepolisian RI mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan memercayakan pengamanan kepada TNI-Polri. Syafruddin mengatakan pasukan cadangan yang telah disiapkan Kepolisian RI dalam pengamanan Asian Games di Jakarta sebanyak 22 ribu personel. Sedangkan pasukan cadangan di Palembang sebanyak tiga ribu personel.

     

    Libatkan TNI
    "Saya juga menekankan kepada aparat keamanan untuk profesional karena akan meningkatkan kepercayaan publik, terutama kepercayaan dunia internasional. Semua imbauan perjalanan dari sejumlah negara juga akan segera pulih," kata Syafruddin yang juga menjadi Komandan Kontingen Indonesia dalam Asian Games 2018, dikutip dari Antara.

    Syafruddin menambahkan, TNI akan menjaga keamanan sejumlah kepala negara yang akan datang ketika penyelenggaraan Asian Games. "Kalau pengamanan rutin, itu akan menjadi tanggung jawab Polri yang akan didukung TNI," katanya.

    Indonesia juga berharap, imbauan perjalanan yang dikeluarkan sejumlah negara menyusul peristiwa kemanan di Tanah Air tidak memengaruhi persiapan penyelenggaraan Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang.  Ada beberapa negara, semisal Inggris, Amerika Serikat, Singapura dan Australia yang mengeluarkan imbauan perjalan (travel advice) .

    "Kami harapkan dengan dukungan seluruh bangsa Indonesia, langkah antisipasi, mitigasi TNI-Polri, dan kementerian/lembaga, imbauan perjalanan sejumlah negara tidak berkembang lebih lanjut," kata Menteri Koodinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani selepas rapat koordinasi yang sama.

    Menteri Puan mengimbau kepada masyarakat dan media massa untuk membangkitkan optimisme terkait kesiapan Indonesia menggelar Asian Games ke-18.

    Di kesempatan berbeda, Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin diberitakan Antara, di Palembang, mengatakan aksi teror yang terjadi tidak memengaruhi kesiapan Kota Palembang sebagai tuan rumah. Ia juga optimistis, semua fasilitas yang ditargetkan selesai pada Juni 2018 akan sesuai tenggat.

    Saat ini, Palembang masih berusaha menyelesaikan pembangunan infrastruktur light rail transit (LRT), Jembatan Musi IV, dan Jembatan Musi VI, jalan tol, dan fasilitas umum lainnya.

    Untuk arena pertandingan di Jakabaring Sport City, menurut Alex, sudah rampung 100%. Pekerjaan saat ini tinggal menyisakan bagian luar arena, seperti pembuatan taman, perbaikan saluran air, dan jalan.
    Menyoal teror, Alex juga yakin Polri sudah menanganinya optimal. Penangkapan teroris, termasuk di Sumsel adalah buktinya. Aksi teror yang terjadi sejak sepekan terakhir menjadi perhatian masyarakat, baik di dalam maupun di luar negeri.

    Rentetan peristiwa itu, kerusuhan di Mako Brimob, Depok, Jawa Barat, 8-9 Mei, ledakan bom di tiga gereja di Surabaya pada Minggu (13/5), ledakan bom di Sidoarjo pada Minggu (13/5) malam, dan ledakan bom di Markas Polresta Surabaya pada Senin (14/5) pagi. Juga, ada serangan terhadap Mapolda Riau, kemarin,

    Saat terjadi ledakan bom di tiga gereja di Surabaya, sebenarnya sedang berlangsung acara Parade Asian Games menuju 100 hari pelaksanaan di Jakarta dan Palembang.

    Kegiatan yang melibatkan 2.018 orang di masing-masing kota ini sama sekali tidak terganggu. (Rikando Somba)