Anggota Brimob Tewas Ditembak KKB di Papua

Sejak tahun 2015, setidaknya enam polisi tewas dalam kontak senjata dengan KKBN di Papua

  • Petugas kepolisian berjaga di wilayah Timika, Papua. ANTARA/Spedy Paereng
    Petugas kepolisian berjaga di wilayah Timika, Papua. ANTARA/Spedy Paereng

    JAKARTA – Anggota Polri kembali menjadi korban penembakan kelompok kriminal bersenjata (KKB). Korban yang bernama Brigadir Polisi Firman, anggota Brimob Detasemen B Polda Papua gugur saat patroli penelusuran atau penyelidikan di perbukitan daerah mile 69 Tembagapura pada Rabu sekitar pukul 03.50 WIT.

    Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Rikwanto mengungkapkan peristiwa bermula ketika kendaraan patroli PT Freeport yang melintas di zona Tembagapura mile 69, ditembaki KKB, Selasa (14/11) sekitar pukul 08.20 WIT. Akibat penembakan itu, satu karyawan Freeport bernama Raden Totok Sahadewo terluka.

    Tim Satgas Terpadu atau anggota Brimob Detasemen B Polda Papua patroli kemudian menelusuri perbukitan di mile 69 Tembagapura. Rabu (15/11) sekitar pukul 03.50 WIT, terjadi kontak senjata antara tim Satgas Terpadu dengan KKB. Kontak senjata itu mengakibatkan Firman meninggal dunia dengan luka tembak pada bagian punggung. Sementara seorang anggota Brimob lainnya yakni Brigadir Kepala (Bripka) Polisi Yongky Rumte terluka pada bagian punggung.

    "Anggota Satgas Terpadu meninggal dunia saat patroli atau penyelidikan menelusuri perbukitan mile 69 oleh kelompok kejahatan bersenjata," ujar Rikwanto dikutip dari Antara.

    Jasad korban selanjutnya dievakuasi ke Timika, Papua, menggunakan helikopter.

    "Saat ini diduga pelaku masih dalam penyelidikan," ujar Rikwanto.

    Terkait pengejaran terhadap KKB, Kabid Humas Polda Papua Komisaris Besar Polisi AM Kamal memastikan operasi tersebut dilakukan oleh Satuan Tugas Operasi Terpadu yang terdiri atas pasukan gabungan TNI dan Brimob. Operasi pengejaran KKB ditingkatkan lantaran kelompok tersebut memberikan perlawanan sengit kepada aparat.


    Kamal mengemukakan, KKB selama beberapa hari terakhir selalu melakukan penembakan kepada anggota Polri, TNI, karyawan PT Freeport Indonesia dan perusahaan subkontraktornya. Bahkan mereka turut melakukan kekerasan kepada masyarakat sipil di Banti dan Kimbeli, Distrik Tembagapura.

    Kontak senjata antara Polri dengan KKB dimulai sejak 1 Januari 2015. Setidaknya enam polisi tewas dalam kontak senjata dengan KKB. (M Bachtiar Nur)