Polri Bekuk Sindikat Upal Emisi Terbaru

Uang palsu pecahan Rp100 ribu emisi 2016 senilai Rp270 juta berhasil diamankan sebelum beredar

  • Ilustrasi uang palsu. ANTARA FOTO/Umarul Faruq
    Ilustrasi uang palsu. ANTARA FOTO/Umarul Faruq

    JAKARTA – Lima orang pembuat dan pengedar uang palsu emisi 2016 di Jawa Barat ditangkap jajaran penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri.

    Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Brigjen Pol Agung Setya mengatakan dari tangan tersangka disita barang bukti berupa uang palsu pecahan Rp100 ribu emisi 2016 senilai Rp270 juta. Agung menceritakan, kelima tersangka yang masing-masing berinisial AY, CM, AS, T dan B dibekuk di lokasi berbeda di Jawa Barat.

    Dua tersangka yaitu T dan B yang berperan sebagai pembuat uang palsu di Cianjur. Pembuatan uang palsu diakui T dan B dilakukan di rumah mereka yang berlokasi di Subang dan Tambun, Bekasi. Sementara tersangka AY ditangkap di Karawang dan AS di Bekasi. Keduanya memiliki peran sebagai pengedar dan pemasaran uang palsu. Sedangkan otak sindikat yaitu CM diringkus di Subang.

    "CM sebagai pemodal dan yang menyiapkan peralatan," kata Agung, Kamis (7/12).

    Agung menyebutkan kasus ini merupakan temuan pertama uang palsu dengan emisi 2016. Hasil pemeriksaan, motif para pelaku membuat uang palsu dikatakan Agung adalah mencari keuntungan ekonomi.

    “Kami koordinasi dengan BI menelisik uang emisi baru yang dipalsukan. Data uang yang sudah dicetak ini, dicek bahwa belum pernah diedarkan,” jelas Agung.

    "Uangnya belum sempat beredar, para pelaku keburu ditangkap," timpalnya.

    Selain mencetak uang palsu, Agung mengungkapkan kelima tersangka juga terlibat pembuatan sejumlah dokumen palsu di antaranya STNK, BPKB, paspor, visa dan buku nikah palsu. Kelima tersangka dijerat dengan Pasal 36 ayat 1, ayat 2 dan ayat 3, Pasal 37 UU Nomor 7 Tahun 2011 Tentang Mata Uang jo 55 KUHP dengan ancaman 15 tahun penjara.

    Waspada Akhir Tahun
    Terkait peredaran uang palsu, Agung menekankan pihaknya mewaspadai upaya para pelaku menggunakan momentum akhir tahun. Konsumtif tinggi di perayaan natal dan tahun baru diwaspadai menjadi celah sindikat mengedarkan uang palsu buatan mereka.

    “Kita mewaspadai. Kita pastikan untuk meminimalisir kemungkinan peredaran uang saat akhir tahun,” tegasnya.

    Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Uang Suhaedi mengapresiasi penangkapan sindikat uang palsu yang dilakukan oleh Bareskrim. Ia mengungkapkan, Polri berhasil membuat uang palsu yang beredar di masyarakat semakin berkurang setiap tahunnya.  Masyarakat diingatkannya untuk tetap waspada terhadap uang palsu dengan melakukan tiga D, yaitu dilihat, diraba, dan diterawang. (M Bachtiar Nur)